factograf
ID

Corvus corax

Corvus corax

Key facts

adalahtakson
massa689 gram
nama taksonCorvus corax
tingkat taksonspesies
penjelasan oleh sumberEnsiklopedia Alkitabiah Arkhimandrita Nikifora
All data from the card 19
Komposisi genom virus ICTV
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Penemu atau pencipta
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Penyakit
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Pewarnaan Gram
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Ploidi
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Jumlah genom
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Diserbuki oleh
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Adalah penyerbuk dari
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Warna bunga
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Jenis buah
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
IUCN
22706068
Status nomenklatur
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Ejaan asli
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Dinamakan berdasarkan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Basionim
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Sinonim takson
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Gender of a scientific name of a genus (en)
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Protonim
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Endemik
Tal Chhapar Sanctuary (en) , Desert National Park (en) , Taman Nasional Lembah Neora, Maenam Wildlife Sanctuary (en) , Kitam bird sanctuary (en) , Lachen (en) dan Suaka Rhododendron Shingba

Gagak biasa atau gagak utara (Corvus corax) adalah burung passerine besar berwarna hitam sepenuhnya. Spesies ini merupakan yang paling luas penyebarannya di antara semua anggota famili Corvidae, ditemukan di seluruh Belahan Bumi Utara. Terdapat 11 subspesies yang diakui, dengan sedikit variasi penampilan, meskipun penelitian terbaru menunjukkan adanya perbedaan genetik yang signifikan di antara populasi dari berbagai wilayah.

Gagak biasa merupakan salah satu dari dua anggota Corvidae terbesar bersama gagak berparuh tebal, dan merupakan burung passerine terberat; ketika dewasa, rata-rata panjang tubuhnya mencapai 63 sentimeter dengan berat sekitar 1,47 kilogram, dan dapat mencapai hingga 2 kilogram pada individu terbesar. Meskipun umur rata-rata di alam liar relatif lebih pendek, gagak biasa dapat hidup lebih dari 23 tahun. Burung muda biasanya hidup dalam kawanan, tetapi kemudian akan berpasangan seumur hidup, dengan setiap pasangan mempertahankan wilayahnya sendiri.

Taksonomi

Gagak biasa merupakan salah satu dari banyak spesies yang pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus dalam edisi ke-10 Systema Naturae pada tahun 1758, dengan lokasi tipe yang ditetapkan di Eropa, dan hingga kini masih menggunakan nama aslinya, Corvus corax. Spesies ini merupakan spesies tipe dari genus Corvus, yang berasal dari kata Latin corvus yang berarti “gagak”. Epitet spesifik corax adalah bentuk latinisasi dari kata Yunani κόραξ (korax), yang berarti “gagak” atau “burung gagak”.

Persebaran

Gagak biasa dapat hidup dengan baik di berbagai iklim; spesies ini memiliki wilayah persebaran terluas di antara seluruh anggota genusnya, dan termasuk salah satu yang terluas di antara burung passerine. Spesies ini tersebar di seluruh wilayah Holarktik, mulai dari habitat Arktik dan beriklim sedang di Amerika Utara dan Eurasia hingga gurun di Afrika Utara, serta pulau-pulau di Samudra Pasifik. Di Kepulauan Britania, burung ini lebih umum ditemukan di Skotlandia, Wales, Inggris bagian barat, dan Irlandia, setelah sebelumnya dimusnahkan di wilayah lain karena kepentingan pengelolaan perburuan.

Di Tibet, gagak biasa tercatat hidup pada ketinggian hingga 5.000 meter, bahkan hingga 6.350 meter di Gunung Everest. Populasi yang kadang disebut sebagai “gagak Punjab”, bagian dari subspesies Corvus corax laurencei (kadang keliru disebut C. c. subcorax), terdapat di distrik Sindh di Pakistan dan wilayah barat laut India yang berdekatan. Burung ini umumnya menetap sepanjang tahun di wilayah persebarannya. Dalam karyanya tahun 1950 berjudul Grønlands Fugle (Burung-burung Greenland), ahli ornitologi terkenal Finn Salomonsen menyatakan bahwa gagak biasa tidak menetap di wilayah Arktik selama musim dingin. Namun, di Arktik Kanada dan Alaska, spesies ini ditemukan sepanjang tahun. Burung muda kadang berpencar secara lokal.

Read next

In 127 languages

Bahasa IndonesiaAfrikaansAlemannischአማርኛaragonésالعربيةالدارجةمصرىঅসমীয়াasturianuAtikamekwazərbaycancaбашҡортсаBasa Baližemaitėškaбеларуская (тарашкевіца)беларускаябългарскиবাংলাབོད་ཡིགbrezhonegcatalàнохчийнCebuanocorsuqırımtatarcačeštinakaszëbscziчӑвашлаCymraegdanskDeutschΕλληνικάEnglishEsperantoespañoleestieuskaraفارسیsuomivõroføroysktfrançaisNordfriiskFryskGaeilgeGàidhliggalego𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺עבריתhrvatskimagyarհայերենinterlinguaIñupiatunгӀалгӀайIdoíslenskaitalianoᐃᓄᒃᑎᑐᑦ / inuktitut日本語Jawaქართულიадыгэбзэқазақша한국어перем комиkurdîкомикыргызчаLatinaLëtzebuergeschLimburgsLadinlietuviųlatviešuмокшеньMalagasyMāoriмакедонскиэрзяньNedersaksiesनेपालीNederlandsnorsk nynorsknorskDiné bizaadoccitanlivvinkarjalaиронPicardpolskiPiemontèisportuguêsrumantschromânăarmãneashtiрускирусскийрусиньскыйсаха тылаScotsdavvisámegiellasrpskohrvatski / српскохрватскиSimple Englishslovenčinaslovenščinaanarâškielâсрпски / srpskisvenskaதமிழ்тоҷикӣไทยTagalogTürkçeтатарча / tatarçaукраїнськаoʻzbekcha / ўзбекчаvènetovepsän kel’Tiếng ViệtwalonWinaray吴语ⵜⴰⵎⴰⵣⵉⵖⵜ ⵜⴰⵏⴰⵡⴰⵢⵜ粵語中文

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article