factograf
ID
Sign in

Karakter fiksi dalam The Simpsons

Bart Simpson

Bart Simpson

Key facts

tanggal lahir23 Februari 1979
adalahmanusia fiktif, karakter televisi
pekerjaanpembawa acara berita
tempat lahirSpringfield (The Simpsons)
jabatanKetua Mahkamah Agung Amerika Serikat
All data from the card 10
Penampilan pertama
"Good Night"The Tracey Ullman Show19 April 1987
Dibuat oleh
Matt Groening James L. Brooks Sam Simon
Dirancang oleh
Matt Groening
Disuarakan oleh
Nancy Cartwright
Nama lengkap
Bartholomew Jo-Jo Simpson
Pekerjaan
Siswa kelas 4 di Sekolah Dasar Springfield
Keluarga
Homer Simpson (Ayah) Marge Simpson (Ibu) Lisa Simpson (Saudara perempuan) Maggie Simpson (Saudara perempuan)
Kerabat
Abe Simpson (Kakek) Mona Simpson (Nenek; meninggal dunia) Clancy Bouvier (Kakek; meninggal dunia) Jacqueline Bouvier (Nenek) Patty Bouvier (Bibi) Selma Bouvier (Bibi) Herbert Powell (Paman tiri) Abbey (Bibi tiri)
Tempat tinggal
742 Evergreen Terrace, Springfield, Amerika Serikat
Kewarganegaraan
Amerika

Bartholomew Jo-Jo "Bart" Simpson adalah karakter fiktif dan salah satu karakter utama dalam serial televisi animasi Amerika The Simpsons yang merupakan bagian dari keluarga tituler tersebut. Dikenal luas sebagai salah satu karakter fiktif terhebat sepanjang masa, ia dinobatkan oleh Time sebagai salah satu orang paling penting di abad ke-20 pada 1998.

Bart memulai debut televisinya dalam film pendek "Good Night" di The Tracey Ullman Show pada 19 April 1987. Animator Matt Groening menciptakan dan mendesain Bart saat sedang menunggu di lobi kantor James L. Brooks. Awalnya dipanggil untuk mempresentasikan serangkaian film pendek berdasarkan komik strip miliknya Life in Hell, Groening malah mengembangkan rangkaian karakter baru. Berbeda dengan anggota keluarga Simpson lainnya yang dinamai berdasarkan kerabat Groening, nama Bart merupakan sebuah anagram dari kata brat (anak nakal). Setelah 2 tahun di The Tracey Ullman Show, keluarga Simpson mendapatkan serial mereka sendiri, yang tayang perdana di Fox pada 17 Desember 1989. Bart telah muncul di setiap episode The Simpsons kecuali dalam episode "Four Great Women and a Manicure".

Selalu berusia 10 tahun, Bart adalah anak tertua dan putra satu-satunya dari Homer dan Marge Simpson, serta kakak dari Lisa dan Maggie. Dikenal karena kegemarannya berbuat jahil, sifat pemberontak, dan tidak menghormati otoritas, ciri khas Bart yang paling ikonik meliputi lelucon papan tulis di sekuens pembuka, panggilan telepon jahil ke Moe's Tavern, dan jargon-jargon seperti "Eat my shorts" (Makan saja celanaku), "¡Ay, caramba!", "Don't have a cow, man!" (Jangan sewot, bung!), dan "I'm Bart Simpson, who the hell are you?" (Aku Bart Simpson, kamu siapa, sih?). Bart juga muncul di berbagai media terkait The Simpsons, termasuk permainan video, versi film layar lebar tahun 2007, wahana The Simpsons Ride, iklan, buku komik, dan lini merchandise yang luas. Nancy Cartwright, pengisi suara Bart, awalnya berniat untuk mengikuti audisi untuk peran Lisa, sedangkan Yeardley Smith mengikuti audisi untuk Bart. Suara Smith dianggap terlalu tinggi untuk seorang anak laki-laki, sementara Cartwright menganggap Lisa kurang menarik sebagai karakter dan memilih untuk mencoba peran Bart—sebuah peran yang ia rasa lebih cocok untuknya.

Status protagonis Bart selama dua musim pertama acara tersebut memicu fenomena "Bartmania", yang melahirkan berbagai merchandise bertema Bart yang menggembar-gemborkan persona pemberontaknya dan kebanggaannya sebagai anak yang kurang berprestasi. Sifat-sifat ini sempat dikritik oleh para orang tua dan pendidik, yang memandangnya sebagai pengaruh negatif bagi anak-anak. Pada musim ketiga, Homer menjadi tokoh utama acara tersebut dan fokus serial ini bergeser ke keluarga secara keseluruhan, meskipun Bart tetap menjadi karakter yang sangat populer. Ia dianggap sebagai salah satu karakter televisi fiktif paling ikonik pada 1990-an. Entertainment Weekly menobatkannya sebagai Entertainer of the Year pada 1990. Cartwright telah menerima berbagai penghargaan atas perannya sebagai Bart, termasuk Primetime Emmy Award pada 1992 dan Annie Award pada 1995. Pada 2000, Bart beserta seluruh keluarga Simpson dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.

Peran dalam The Simpsons

The Simpsons menggunakan sistem lini masa mengambang, di mana karakter-karakternya tidak menua atau hanya menua secara minimal; acara ini selalu diasumsikan berlatar tahun berjalan. Selalu berusia sepuluh tahun, Bartholomew, yang lebih dikenal dengan nama pendeknya Bart, adalah anak tertua dan putra satu-satunya dari Homer dan Marge Simpson; ia memiliki dua adik perempuan, Lisa dan Maggie. Dalam beberapa episode The Simpsons, peristiwa-peristiwa tertentu dikaitkan dengan waktu yang spesifik, meskipun lini masa ini terkadang bertentangan di episode-episode berikutnya. Dalam "I Married Marge" (musim ke-3, 1991), kelahiran Bart ditempatkan pada awal 1980-an. Dalam "Simpsorama" (musim ke-26, 2014), Bart menyatakan hari ulang tahunnya jatuh pada 23 Februari, sedangkan The Bart Book karya pencipta serial ini, Matt Groening, mencantumkannya pada April Mop (1 April). Dalam "Bart's Birthday" (musim ke-36, 2024), di sebuah akhir serial hipotesis, Bart merayakan ulang tahunnya yang kesebelas, yang sangat membuatnya kecewa karena ia selalu mengidentifikasi dirinya berusia sepuluh tahun.

Bart tinggal bersama orang tuanya di Lower East Side wilayah Springfield sebelum keluarga tersebut membeli rumah pertama mereka. Ketika Lisa lahir, Bart awalnya merasa cemburu dengan perhatian yang didapatkan adiknya, tetapi ia segera melunak ketika kata pertama yang diucapkan Lisa ternyata adalah "Bart". Hari pertama Bart sekolah terjadi pada awal 1990-an. Sempat merasa bersemangat, antusiasmenya dengan cepat dipatahkan oleh seorang guru yang acuh tak acuh, membuat Marge mengkhawatirkannya. Saat jam istirahat, Bart berteman dengan Milhouse dan mulai menghibur teman-teman sekelasnya dengan gestur tubuh dan lelucon kasar. Kepala Sekolah Skinner memperingatkan Bart, "Kamu baru saja mulai sekolah, dan jalan yang kamu pilih sekarang mungkin adalah jalan yang akan kamu ikuti seumur hidupmu! Nah, bagaimana menurutmu?" Bart menjawab, "Eat my shorts". Namun, episode "That 90's Show" (musim ke-19, 2008) membantah sebagian besar lini masa ini, dengan mengungkapkan bahwa Homer dan Marge belum memiliki anak pada awal 1990-an.

Hobi Bart meliputi bermain papan luncur, menonton televisi—terutama The Krusty the Clown Show dan segmennya The Itchy & Scratchy Show—membaca buku komik, khususnya Radioactive Man, bermain permainan video, dan melakukan kenakalan umum. Film favoritnya adalah Jaws dan trilogi Star Wars, sedangkan permainan papan favoritnya meliputi Hippo in the House, The Game of Lent, dan Citizenship. Sepanjang serial ini, Bart adalah siswa di Sekolah Dasar Springfield, di mana ia menjadi bagian dari kelas 4 yang diajar Edna Krabappel. Walaupun usianya terlalu muda untuk pekerjaan penuh waktu, Bart telah mengambil beberapa pekerjaan paruh waktu selama bertahun-tahun. Ia bekerja sebagai bartender di klub sosial Fat Tony dalam "Bart the Murderer" (musim ke-3, 1991); sebagai asisten Krusty the Clown dalam "Bart Gets Famous" (musim ke-5, 1994); sebagai penjaga pintu di rumah burlestik Springfield, Maison Derrière, dalam "Bart After Dark" (musim ke-8, 1996); dan sempat memiliki pabrik sendiri dalam "Homer's Enemy" (musim ke-8, 1997).

Karakter

Seorang pria berkacamata dan berkemeja kotak-kotak duduk di depan mikrofon.
Matt Groening (difoto pada 2009) merancang karakter Bart pada tahun 1987.
A blonde middle-aged woman smiling with a black background
Nancy Cartwright (difoto pada tahun 2007) mengisi suara Bart.
Gambar kartun seorang anak telanjang berwarna kuning sedang bermain skateboard di luar ruangan, dengan daun menutupi alat kelaminnya
Adegan telanjang Bart di The Simpsons Movie (2007).
3 images

Penciptaan

Matt Groening merancang Bart dan seluruh anggota Keluarga Simpson pada 1987 saat sedang menunggu di lobi kantor produser James L. Brooks. Groening diundang untuk mempresentasikan serangkaian film pendek animasi untuk The Tracey Ullman Show dan awalnya berencana mengadaptasi komik strip miliknya, Life in Hell. Sadar bahwa mengadaptasi komik strip tersebut akan memaksanya melepas hak publikasi, ia memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru. Groening membuat sketsa konsep sebuah keluarga disfungsional, dengan menamai karakter-karakternya berdasarkan nama anggota keluarganya sendiri. Untuk sang putra yang pemberontak, ia memilih nama "Bart", sebuah anagram dari kata brat, alih-alih menggunakan namanya sendiri karena ia merasa nama "Matt" tidak akan "berjalan mulus dalam rapat presentasi". Huruf tengah "J" pada nama Bart merupakan bentuk penghormatan bagi karakter animasi Bullwinkle J. Moose dan Rocket J. Squirrel dari acara The Rocky and Bullwinkle Show, yang dinamai berdasarkan nama sang pencipta, Jay Ward. Meskipun muncul banyak interpretasi mengenai inisial nama tengah tersebut, Groening menyatakan bahwa nama tengah lengkap Bart adalah "Jo-Jo", yang dipilih oleh Cartwright saat sesi rekaman.

Menurut surat kabar The Oregonian, Bart awalnya dikonsep sebagai "pemuda bermasalah yang jauh lebih lembut dan kerap mengalami kecemasan eksistensial serta berbicara pada diri sendiri"; karakter ini kemudian berubah akibat gaya pengisian suara dari Nancy Cartwright. Groening mengakui beberapa sumber yang menjadi inspirasi karakter Bart. Kakak laki-lakinya, Mark Groening, memengaruhi sikap pemberontak Bart. Mark memperkenalkannya pada berbagai komik, termasuk Mad (ketika masih berupa komik fisik), Donald Duck, Uncle Scrooge, Little Lulu, dan Tales From the Crypt; yang semuanya menjadi sumber inspirasi bagi Matt. Bart dibayangkan sebagai versi berlebihan dari anak nakal pada umumnya, dengan menggabungkan sifat-sifat ekstrem dari karakter seperti Tom Sawyer dan Huckleberry Finn. Groening mendeskripsikan Bart sebagai "apa yang akan terjadi jika anak dari Eddie Haskell [dari acara Leave It to Beaver] membuat acaranya sendiri". Ia merasa kecewa dengan premis serial Dennis the Menace, yang akhirnya menginspirasi dirinya untuk menciptakan karakter yang benar-benar nakal. Bart pertama kali muncul bersama keluarga Simpson pada 19 April 1987, dalam film pendek The Tracey Ullman Show bertajuk "Good Night". Pada 17 Desember 1989, film pendek tersebut dikembangkan menjadi The Simpsons, sebuah serial berdurasi setengah jam di Fox Broadcasting Company, di mana Bart dan keluarga Simpson didapuk menjadi karakter utama.

Desain

Keluarga Simpson dirancang agar mudah dikenali lewat siluetnya saja. Karakter-karakter ini awalnya digambar secara kasar karena Groening hanya menyerahkan sketsa awal kepada para animator dengan harapan mereka akan menyempurnakannya, tetapi para animator justru langsung menjiplak mentah-mentah gambar kasarnya. Desain awal Bart yang ditampilkan dalam film-film pendek pertama menyertakan rambut dengan duri yang panjangnya bervariasi; hal ini kemudian distandardisasi menjadi sembilan duri dengan panjang yang sama. Groening saat itu sebagian besar bekerja dalam format hitam-putih dan, tanpa mempertimbangkan penggunaan warna nantinya, mendesain duri rambut Bart agar terlihat seperti perpanjangan dari kepalanya sendiri. Ciri desain rambut ini tidak diterapkan pada karakter lain, meskipun beberapa karakter latar belakang pada beberapa musim pertama sempat berbagi bentuk garis rambut berduri yang sama dengannya. This design feature is not replicated in other characters, although some background characters in the first few seasons shared his spiky hairline.

Kepala Bart dideskripsikan oleh sutradara Mark Kirkland seperti bentuk persegi panjang dasar yang menyerupai kaleng kopi. Kepala Homer juga berbentuk persegi panjang dengan kubah di atasnya, sedangkan bentuk bola menjadi dasar untuk kepala Marge, Lisa, dan Maggie. Pada episode "Treehouse of Horror VI" di musim ke-7 (1995), Bart bersama dengan Homer untuk pertama kalinya dibuat sebagai karakter tiga dimensi dalam segmen "Homer3". Animasi komputer tersebut dikerjakan oleh Pacific Data Images. Saat merancang model 3D Bart, para animator sempat kebingungan bagaimana mereka harus menggambarkan rambutnya; menyadari bahwa boneka Bart berbahan vinil sedang diproduksi, mereka akhirnya membeli satu boneka untuk digunakan sebagai model acuan.

Suara

Suara Bart diisi oleh Nancy Cartwright, yang juga mengisi suara beberapa karakter anak-anak lainnya di The Simpsons termasuk Nelson Muntz, Ralph Wiggum, Todd Flanders, dan Kearney Zzyzwicz. After Dan Castellaneta Setelah Dan Castellaneta dan Julie Kavner terpilih sebagai pengisi suara Homer dan Marge karena peran mereka di The Tracey Ullman Show, pihak produser mengadakan audisi untuk peran Bart dan Lisa. Yeardley Smith awalnya mengikuti audisi untuk peran Bart, tetapi direktur casting Bonita Pietila merasa suaranya terlalu tinggi. Smith mengenang, "Suara saya selalu terdengar terlalu mirip perempuan. Saya membaca dua baris kalimat sebagai Bart, dan mereka langsung berkata, 'Terima kasih sudah datang!'".'". Ia kemudian didapuk untuk mengisi suara Lisa sebagai gantinya. Pada 13 Maret 1987, Cartwright mengikuti audisi untuk peran Lisa. Ketika mengetahui bahwa Lisa saat itu hanya digambarkan sebagai "anak tengah" dengan kepribadian yang minim, ia menjadi lebih tertarik pada Bart, yang dikarakterisasi sebagai anak yang "licik, kurang berprestasi, benci sekolah, tidak sopan, [dan] cerdas". Groening mengizinkannya untuk mengikuti audisi untuk Bart, dan langsung menawarkannya peran tersebut begitu mendengarnya membaca naskah. Cartwright adalah satu-satunya dari enam anggota pemeran utama The Simpsons yang telah memiliki pelatihan pengisian suara formal sebelum bergabung dengan acara ini.

Menurut The Guardian, suara sehari-hari Cartwright "tidak memiliki jejak khas Bart yang jelas". Suara yang ia gunakan untuk Bart tercipta secara alami, karena ia telah memasukkan unsur-unsur suara tersebut dalam acara seperti My Little Pony, Snorks, dan Pound Puppies. Cartwright menjelaskan bahwa suara Bart sangat mudah dibuat: "Beberapa karakter membutuhkan sedikit lebih banyak usaha, kontrol pernapasan atas, atau apa pun istilah teknisnya. Tetapi Bart mudah dilakukan. Saya bisa langsung beralih ke suara itu tanpa kesulitan". Ia biasanya merekam lima atau enam versi untuk setiap baris kalimat agar bervariasi, memberikan lebih banyak pilihan bagi pihak produser untuk diolah. Bahkan dalam episode flashforward (masa depan), Cartwright terus mengisi suara Bart; dalam episode "Lisa's Wedding" (musim ke-6, 1995), suara Bart diturunkan secara elektronik untuk mencerminkan usianya yang bertambah. Terlepas dari ketenaran Bart, Cartwright jarang dikenali di tempat umum. Ketika ia dikenali dan diminta menggunakan suara Bart di depan anak-anak, ia menolaknya karena hal itu membuat mereka "ketakutan". Selama musim pertama The Simpsons, Fox Network melarang Cartwright untuk diwawancarai guna menghindari terungkapnya fakta bahwa Bart diisi suaranya oleh seorang wanita.

Cartwright dibayar AS$30.000 per episode untuk pekerjaannya di The Simpsons hingga 1998. Perselisihan gaji muncul pada tahun tersebut, di mana pihak Fox mengancam akan mengganti enam aktor pengisi suara utama dan mulai bersiap untuk proses casting baru. Konflik tersebut akhirnya terselesaikan, dan gaji Cartwright naik menjadi $125.000 per episode. Para pengisi suara menuntut upah yang lebih tinggi lagi pada 2004, dengan mengincar angka $360.000 per episode. Perselisihan tersebut segera diselesaikan, dan bayaran Cartwright dinaikkan menjadi $250.000 per episode. Pada 2008, negosiasi lanjutan meningkatkan gaji para pemeran menjadi sekitar $400.000 per episode. Fox menuntut pengurangan biaya produksi pada 2011, mengancam akan membatalkan serial tersebut jika biaya tidak dipangkas. Sebagai tanggapan, Cartwright dan anggota pemeran utama lainnya menyetujui pemotongan gaji sebesar 30%, yang menurunkan pendapatan per episode mereka menjadi sedikit di atas $300,000. Cartwright dibayar $315.000 per episode pada 2016, yang menurut majalah Variety, menjadikannya salah satu aktor pengisi suara dengan bayaran tertinggi.

Ciri Khas

Dalam sekuens pembuka di banyak episode The Simpsons, kamera memperbesar ke arah Springfield Elementary School, tempat Bart diperlihatkan sedang menulis kalimat hukuman di papan tulis. Adegan ini, yang dikenal sebagai "lelucon papan tulis", bervariasi di setiap episode. Pesan-pesan tersebut sering kali memuat humor politik, seperti "Amandemen Pertama tidak mencakup sendawa", referensi budaya populer seperti "Saya tidak bisa melihat orang mati", hingga meta-komentar seperti "Saya bukan wanita berusia 32 tahun" atau "Tidak ada yang membaca tulisan ini lagi". Para animator membuat lelucon ini dengan cepat, dan terkadang isinya mencerminkan peristiwa terkini. Dalam episode "Homer the Heretic" (musim ke-4, 1992), lelucon papan tulisnya berbunyi "Saya tidak akan memfitnah New Orleans"; tulisan itu merupakan permintaan maaf atas lagu kontroversial di episode minggu sebelumnya, "A Streetcar Named Marge", yang menggambarkan kota tersebut sebagai "rumah para bajak laut, pemabuk, dan pelacur".

Ciri khas awal dari karakter Bart adalah panggilan telepon jahilnya ke Moe's Tavern, di mana ia akan meminta pemiliknya, Moe Szyslak, untuk memanggil seseorang dengan nama plesetan fiktif. Moe akan mencoba mencari orang tersebut, hingga akhirnya menyadari bahwa itu adalah sebuah jebakan dan (tanpa mengetahui bahwa Bart adalah peneleponnya) merespons dengan ancaman kemarahan. Panggilan-panggilan tersebut terinspirasi oleh rekaman Tube Bar, serangkaian panggilan jahil kepada pemilik bar Louis "Red" Deutsch (yang reaksi kasarnya memengaruhi temperamen kekerasan Moe). Panggilan tersebut pertama kali muncul dalam "Homer's Odyssey" (musim pertama, 1990), episode ketiga yang ditayangkan. Menjadi semakin sulit bagi para penulis untuk menciptakan nama palsu baru beserta respons Moe, yang menyebabkan lelucon ini perlahan dihilangkan sebagai fitur reguler pada musim keempat; meski demikian, mereka terkadang muncul kembali di episode-episode berikutnya.

Jargon "Eat my shorts" berasal dari improvisasi spontan oleh Cartwright saat salah satu sesi pembacaan naskah awal acara, yang terinspirasi dari sebuah insiden pada masa sekolah menengah atasnya. Saat tampil bersama marching band di Fairmont High School, kelompok tersebut meneriakkan "Eat my shorts" alih-alih yel-yel biasa mereka ("Fairmont West! Fairmont West!") Frasa tersebut juga mungkin merujuk pada film The Breakfast Club (1985), di mana karakter John Bender mengatakan hal itu kepada Kepala Sekolah Vernon. Jargon ikonik Bart lainnya meliputi "¡Ay, caramba!" dan "Don't have a cow!". Jargon yang pertama terinspirasi oleh penari flamenco asal Portugis; sedangkan yang terakhir, yang populer pada 1950-an, berasal dari frasa Inggris "Don't have kittens". Keduanya ditampilkan secara mencolok pada merchandise seperti kaus selama musim-musim awal acara tersebut. Jargon lainnya, "Cowabunga", dipinjam dari Chief Thunderthud dari acara The Howdy Doody Show.

Bart sering kali tampil telanjang di The Simpsons, biasanya dengan melakukan aksi mooning (memamerkan bokong). Dalam film The Simpsons Movie (2007), ia bermain papan seluncur dalam kondisi telanjang bulat. Meskipun berbagai macam objek menghalangi alat kelaminnya di sepanjang adegan tersebut, bagian penisnya sempat terlihat sekilas. Adegan ini merupakan salah satu adegan pertama yang dibuat untuk film tersebut, tetapi awalnya para produser khawatir hal itu akan membuat film ini mendapatkan rating R (Dewasa). Namun, Motion Picture Association of America pada akhirnya memberikan rating PG-13 untuk film tersebut karena unsur "humor yang tidak sopan di sepanjang film". Adegan ini di kemudian hari diakui oleh Entertainment Weekly sebagai salah satu dari "30 Adegan Telanjang yang Tak Terlupakan".

Kepribadian

Sikap abai Bart terhadap otoritas sering kali disamakan dengan para bapak pendiri Amerika Serikat, dan digambarkan sebagai perpaduan modern antara karakter Tom Sawyer dan Huckleberry Finn. Dalam bukunya yang berjudul Planet Simpson, Chris Turner mengarakterisasi Bart sebagai seorang nihilis yang memegang pandangan filosofis bahwa hidup ini tidak memiliki makna, tujuan, atau nilai intrinsik yang mendasar. Sifat pemberontak Bart membuatnya menjadi anak yang suka membuat keonaran di Springfield Elementary School, di mana ia melabeli dirinya sendiri sebagai anak yang kurang berprestasi. Ia sering kali berselisih dengan gurunya, Ibu Krabappel, serta Kepala Sekolah Skinner. Bart pun mengakui performa buruknya di sekolah: "Aku ini bodoh, oke? Bodoh sekali! Kaukira aku bahagia dengan hal ini?" Sama seperti ayahnya, proses berpikir Bart kerap kali tidak logis dan absurd; Bart pun mengakui performa buruknya di sekolah: "Aku ini bodoh, oke? Bodoh sekali! Kaukira aku bahagia dengan hal ini?" Sama seperti ayahnya, proses berpikir Bart kerap kali tidak logis dan absurd; Bart juga mengira bahwa dengan menuliskan namanya di semen basah, orang-orang akan heran bagaimana bisa ia melakukannya di semen yang sudah mengeras. Episode "Brother's Little Helper" (musim ke-11, 1999) mengungkap bahwa Bart mengidap gangguan pemusatan perhatian (ADD). Kecerdasannya juga ditengarai terdampak oleh faktor keturunan "gen Simpson", yang memengaruhi seluruh anggota keluarga berjenis kelamin laki-laki. Terlepas dari perilaku buruk dan sifat egoisnya, ia memiliki momen-momen kejujuran serta kasih sayang, dan sesekali membantu Ibu Krabappel serta Kepala Sekolah Skinner.

Bart sebenarnya anak yang sangat baik. Dia hanya usil. Dia tidak jahat, tidak seperti karakter-karakter yang muncul setelahnya seperti [Eric] Cartman (South Park) atau Beavis dan Butthead. Bart mungkin melakukan beberapa hal nakal, tetapi hal itu terlihat sangat jinak jika dibandingkan dengan standar hari ini. Apa yang mengejutkan 19 tahun lalu saat acara ini dimulai, sama sekali tidak mengejutkan saat ini. Bart tidak berubah.

— — Nancy Cartwright

Sifat jahil Bart dan perilaku Homer yang sering kali lalai serta tidak kompeten menciptakan hubungan yang bergejolak, tidak stabil, dan kasar di antara keduanya. Bart sering kali memanggil Homer langsung dengan nama depannya alih-alih memanggilnya "Ayah", dan Homer pun kerap merujuk kepadanya secara meremehkan dengan sebutan "anak itu". Sifat Homer yang mudah marah memicu ledakan emosi yang kasar khas kartun, seperti secara impulsif mencekik leher Bart. Marge adalah sosok orang tua yang lebih peduli, penuh pengertian, dan mengayomi, meskipun ia mengakui bahwa Bart "sangat merepotkan" dan sering kali dibuat malu oleh ulahnya. Dalam episode "Marge Be Not Proud" (musim ketujuh, 1995), Marge kesulitan menyesuaikan gaya pengasuhannya setelah Bart tertangkap basah mengutil; ia menjadi lebih menjaga jarak agar tidak terlalu mengekang, yang justru membuat Bart merasa bersalah dan mencoba memperbaiki kesalahannya. Terlepas dari sikap memberontaknya, Bart sesekali rela menahan rasa malu demi menyenangkan hati ibunya. Marge pun sering kali membelanya karena memahami kompleksitas sifat anaknya tersebut. Ia menggambarkan Bart sebagai "anak kecilnya yang istimewa", dengan mengatakan, "Aku tahu Bart bisa sangat merepotkan, tetapi aku juga tahu seperti apa dia di dalam lubuk hatinya. Dia memiliki sebuah letupan semangat. Itu bukan hal yang buruk [...] tentu saja, hal itu terkadang membuatnya melakukan hal-hal yang buruk".

Bart terlibat dalam persaingan antarsaudara dengan adik perempuannya, Lisa. Meskipun mereka sering kali tidak sejalan—bahkan terkadang secara fisik—tapi mereka memiliki ikatan yang dalam dan saling memedulikan satu sama lain. Bart sering kali meminta maaf ketika ia bertindak terlalu jauh dan mengakui kecerdasan Lisa yang lebih unggul, serta kerap kali meminta sarannya saat menghadapi masalah. Ia merupakan "anak gaul" yang populer di sekolah, dan memiliki banyak teman; di mana sahabat terdekatnya adalah Milhouse Van Houten. Pengaruhnya terhadap Milhouse sering kali berdampak negatif dan membawa mereka ke dalam masalah. Dalam episode "Homer Defined" (musim ketiga, 1991), ibunya Milhouse melarang anaknya bermain dengan Bart karena pengaruh buruknya; Bart awalnya tidak peduli sampai akhirnya ia menyadari betapa ia sangat menghargai persahabatan mereka, dan Marge pun berhasil meyakinkan Nyonya Van Houten untuk mempertimbangkannya kembali.

Bart adalah penggemar berat pembawa acara televisi anak-anak Krusty the Clown, dan pernah menyatakan bahwa "Aku mendasarkan seluruh hidupku pada ajaran Krusty"; kamarnya bahkan dipenuhi oleh berbagai macam produk Krusty. Bart membantu Krusty dalam beberapa kesempatan, seperti menggagalkan upaya Sideshow Bob yang menjebak Krusty atas perampokan bersenjata dalam episode "Krusty Gets Busted" (musim pertama, 1990), menyatukan kembali Krusty dengan ayahnya yang telah lama terasing dalam episode "Like Father, Like Clown", serta membantu Krusty meluncurkan kembali kariernya lewat sebuah acara spesial kembalinya Krusty dalam episode "Krusty Gets Kancelled". Konfrontasi awal Bart dengan Sideshow Bob dalam "Krusty Gets Busted" memicu rivalitas jangka panjang di antara mereka. Para penulis mengembangkan karakter Bob sebagai tokoh antagonis yang cerdas dan obsesif, yang terinspirasi oleh dinamika antara Wile E. Coyote and the Road Runner.

Penerimaan

Michael Jackson dalam setelan biru dengan selempang emas diagonal, dan kemeja putih di dalamnya. Dia mengenakan sarung tangan putih, melambai dengan tangan kanannya. Dia mengenakan kacamata hitam.
Michael Jackson (difoto pada tahun 1984) menyumbangkan vokal latar untuk lagu "Do the Bartman".
Sebuah bintang merah dengan medali kecil di dalamnya dan teks bertuliskan THE SIMPSONS.
The Simpsons telah dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.
2 images

Bartmania

Bart menjadi salah satu karakter televisi paling populer pada 1990, memicu sebuah fenomena budaya yang dikenal sebagai "Bartmania". Ia menjadi karakter Simpsons yang paling menonjol pada berbagai cendramata, terutama kaus oblong; selama awal 1990-an, jutaan kaus bertema Bart terjual. Persona pemberontak Bart mendorong beberapa sekolah negeri di Amerika melarang pemakaian kaus bermotif tulisan seperti "I'm Bart Simpson. Who the hell are you?" ("Aku Bart Simpson. Siapa dirimu?") dan "Underachiever (and proud of it, man!)" ("Kurang berprestasi [dan bangga akan hal itu, kawan!]"). Sebuah kaus dengan tulisan yang terakhir kini disimpan di National Museum of American History. Popularitas cendramata Simpsons menjadi sebuah kesuksesan komersial yang menghasilkan pendapatan sebesar $2 miliar dalam 14 bulan pertama penjualannya. Daya tarik Bart juga menginspirasi maraknya pasar gelap untuk barang konsumen tiruan, khususnya kaus oblong. Produk-barang tersebut menampilkan Bart dengan berbagai slogan dan desain ulang, termasuk "Teenage Mutant Ninja Bart", "Air Simpson Bart", dan "RastaBart". Walaupun Groening pada umumnya menoleransi barang-barang bajakan, ia keberatan terhadap seri kaus "Nazi Bart" yang menampilkan Bart mengenakan seragam Nazi atau sebagai skinhead supremasi kulit putih. 20th Century Fox menuntut Tom Metzger, pembuat desain ofensif tersebut, yang kemudian setuju untuk menghentikan produksinya.

Bart digambarkan sebagai "raja televisi 1990", "bintang baru paling bersinar di televisi", dan sebuah "kesuksesan besar yang tak meredup". Ia menjadi salah satu kandidat tulis-sendiri paling populer dalam pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat, Senat, dan Gubernur Amerika Serikat 1990, menempati posisi kedua di sejumlah wilayah di antara karakter fiksi, hanya kalah dari Mickey Mouse. Dalam Parade Hari Pengucapan Syukur Macy's 1990, Bart memulai debutnya sebagai salah satu balon raksasa berisi helium yang menjadi ciri khas parade tersebut. Hal ini disinggung dalam episode The Simpsons "Bart vs. Thanksgiving", yang ditayangkan pada hari pelaksanaan parade tersebut, di mana Homer memberi tahu Bart: "Jika kau mulai membuat balon untuk setiap karakter kartun yang populer sesaat, kau akan membuat parade ini menjadi lelucon!". Di belakang dan tanpa diketahui oleh Homer, televisi sekilas menampilkan sebuah balon Bart Simpson.

Album The Simpsons Sing the Blues direkam pada September 1990 dan dirilis pada bulan Desember. Album tersebut memuncak di nomor tiga pada tangga album Billboard 200, dan mendapatkan sertifikasi double platinum dari Recording Industry Association of America. Singel pertama dari album tersebut adalah lagu pop rap "Do the Bartman", yang dinyanyikan oleh Cartwright dan dirilis pada 20 November 1990. Lagu ini ditulis oleh Bryan Loren, seorang teman Michael Jackson (yang menyumbangkan vokal latar pada trek tersebut). Jackson merupakan penggemar berat The Simpsons (terutama Bart), dan sempat menghubungi para produser untuk menawarkan pembuatan sebuah singel untuk Bart serta tampil sebagai bintang tamu dalam acara tersebut. Jackson kemudian menjadi bintang tamu dalam episode "Stark Raving Dad" (musim ke-3, 1991) dengan menggunakan nama samaran John Jay Smith. Walaupun "Do the Bartman" tidak pernah dirilis sebagai singel komersial di Amerika Serikat, lagu ini mendulang sukses besar di Britania Raya; menjadi lagu nomor satu selama 3 minggu (16 Februari hingga 9 Maret 1991), dan menjadi lagu terlaris ke-5 pada tahun itu. Singel ini terjual setengah juta kopi, dan mendapatkan sertifikasi emas dari British Phonographic Industry pada 1 Februari 1991.

Pengaruh budaya dan penghargaan

Bart telah digambarkan sebagai salah satu karakter televisi paling ikonis pada 1990-an, dan dianggap sebagai sebuah ikon budaya Amerika. Pada 1990, Entertainment Weekly menobatkannya sebagai Entertainer of the Year, dengan menuliskan bahwa "Bart telah terbukti menjadi seorang pemberontak yang juga anak baik, seorang pembuat teror yang sendiri mudah diteror, dan seorang eksentrik yang memukau kita, dan dirinya sendiri, dengan perwujudan ketabahan yang serius". Pada 1998, Time memasukkan Bart ke dalam daftar majalah tersebut mengenai 100 orang paling penting di abad ke-20, menjadi satu-satunya karakter fiksi dalam daftar tersebut. Ia sebelumnya juga pernah muncul sebagai sampul majalah Time edisi 31 Desember 1990. Pada 1996, Bart menduduki peringkat ke-48 dalam daftar "50 Bintang TV Terbesar Sepanjang Masa" versi TV Guide. Pada 2002, ia dan Lisa menempati peringkat kesebelas dalam daftar "50 Karakter Kartun Terbesar Sepanjang Masa" versi TV Guide. Pada 2022, para penulis Paste menempatkan Bart sebagai karakter kartun terbaik ke-26 sepanjang masa.

Dari para kritikus hiburan, Bart menerima sebagian besar ulasan positif. Dan Peeke dari Screen Rant memujinya sebagai "karakter utama terbaik" pada 2020, menyebutnya "mudah dipahami" dan mengatakan bahwa "setiap orang dapat merasa terhubung dengan setidaknya beberapa elemen dari kepribadiannya". Dalam sebuah ulasan pada 2024, Darryn King dari Vulture menyebut Bart sebagai "kreasi kartun yang suka menjawab balik, suka membuat masalah, suka melakukan panggilan jahil, suka meledakkan petasan, dan, ya, suka mencoret-coret grafiti, yang pada saat itu dengan cepat menjadi ikon budaya". Sebuah ulasan dari Collider pada 2023 menyebutkan bahwa episode "Bart Gets an 'F'" merupakan "titik balik bagi acara ini, menunjukkan bahwa Bart bisa menjadi lebih dari sekadar bahan lelucon sekaligus membuka jalan bagi episode-episode mendatang yang lebih memperdalam karakternya". Menurut Erma Bombeck, "Anak-anak perlu tahu bahwa di suatu tempat di dunia ini ada sosok sebaya yang dapat mewujudkan semua hal yang hanya bisa mereka fantasikan, seseorang yang sesekali bisa melawan orang tua mereka namun tetap dibiarkan hidup". Pada 2003, sebuah survei terhadap para orang tua di Britania Raya menempatkan Bart sebagai karakter fiksi paling berpengaruh bagi anak-anak di bawah usia dua belas tahun.

Cartwright telah menerima sejumlah penghargaan atas penampilannya. Pada 44th Primetime Emmy Awards 1992, ia menerima Primetime Emmy Award for Outstanding Voice-Over Performance atas perannya sebagai Bart dalam episode musim ketiga "Separate Vocations", berbagi penghargaan tersebut dengan lima pengisi suara lainnya dari The Simpsons. Episode-episode yang menonjolkan Bart telah dinominasikan untuk Primetime Emmy Award for Outstanding Animated Program, termasuk "Radio Bart" pada 1992, "Future-Drama" pada 2005, dan "Homer's Phobia" pada 1997. Cartwright juga menerima Annie Award untuk Pengisian Suara di Bidang Animasi pada 1995 atas karyanya sebagai Bart. Pada 2000, Bart dan seluruh anggota keluarga Simpson dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame yang terletak di 7021 Hollywood Boulevard.

Pengaruh negatif pada anak-anak

Sifat pemberontak Bart, yang sering kali tidak disertai konsekuensi atas tindakannya, menyebabkan beberapa orang tua, pendidik, dan kelompok konservatif memandangnya sebagai pengaruh negatif bagi anak-anak. Para kritikus mengatakan bahwa perilaku Bart menjadikannya panutan yang buruk, dengan Robert Bianco dari Pittsburgh Post-Gazette menggambarkannya sebagai karakter yang "mengakali orang tuanya dan menjawab balik guru-gurunya; singkatnya, dia adalah anak yang kita harap pernah kita alami di masa lalu, sekaligus kita takuti akan menjadi seperti apa anak-anak kita nantinya". Para pendidik menyatakan keprihatinan bahwa sikap Bart yang "kurang berprestasi dan bangga akan hal itu" serta penghinaannya terhadap pendidikan menimbulkan "ancaman bagi proses belajar", dan yang lainnya menyebutnya "egois, agresif, dan jahat". Menanggapi kritik tersebut, produser James L. Brooks membela karakter ini: "Saya sangat waspada terhadap televisi di mana setiap orang dituntut untuk menjadi panutan. Anda tidak akan menemui begitu banyak panutan di kehidupan nyata. Mengapa televisi harus penuh dengan hal itu?"

Kepala badan narkoba AS William Bennett mengunjungi sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Pittsburgh pada 1990 dan melihat sebuah poster Bart. Bennett berkata, "Kalian tidak sedang menonton The Simpsons, bukan? Itu tidak akan membantu kalian sama sekali". Bennett di kemudian hari meminta maaf, dengan mengatakan bahwa ia "hanya bercanda": "Saya akan duduk bersama si kepala berduri kecil itu. Kami akan meluruskan masalah ini." Bill Cosby menyebut Bart sebagai contoh peran yang buruk dalam sebuah wawancara pada 1991, menggambarkannya sebagai sosok yang "marah, bingung, [dan] frustrasi". Groening merespons, "Itu merangkum kepribadian Bart dengan tepat. Kebanyakan orang berjuang keras untuk menjadi normal. Dia berpikir normal itu sangat membosankan dan melakukan hal-hal yang orang lain hanya berharap mereka berani melakukannya". Presiden AS George H. W. Bush mengatakan pada 1992, "Kita akan terus mencoba memperkuat keluarga Amerika, untuk membuat keluarga Amerika jauh lebih seperti the Waltons dan jauh berkurang seperti keluarga Simpsons". Para penulis acara tersebut kemudian memproduksi sebuah segmen pendek yang ditayangkan tiga hari kemudian (sebelum siaran ulang dari "Stark Raving Dad"), di mana Bart berkata: "Hei, kami sama seperti keluarga Walton. Kami juga sedang berdoa agar Depresi ini segera berakhir."

Cendramata

Selain kaus oblong, Bart juga ditampilkan dalam berbagai macam cendramata yang berkaitan dengan The Simpsons, meliputi boneka, serbet, pengharum ruangan, cangkir, permen karet, handuk pantai, kantong tidur, sepatu bot salju, bola karet spons, bingkai pelat nomor kendaraan, kertas gores, magnet laminasi, dan permainan pinball genggam. Dua buah buku telah diterbitkan mengenai karakter ini: Bart Simpson's Guide to Life (1993) dan The Bart Book (2004), keduanya ditulis terutama oleh Groening. Buku The Simpsons and Philosophy: The D'oh! of Homer (2001) memuat sebuah bab yang menganalisis karakter Bart dan membandingkannya dengan "prinsip ideal Nietzschean". Bart juga muncul di berbagai media yang terkait dengan The Simpsons. Ia ditampilkan dalam sebagian besar permainan video The Simpsons, seperti Bart vs. the World (1991), Bart Simpson's Escape from Camp Deadly (1991), Bart vs. the Space Mutants (1991), Bart's House of Weirdness (1992), dan The Simpsons Game (2007). Bart juga merupakan karakter berulang dalam serial komik Simpsons Comics yang didistribusikan oleh Bongo Comics, yang memulai debutnya pada November 1993 dan diterbitkan hingga Oktober 2018. Ia memimpin serial buku komiknya sendiri yang menggunakan namanya, yang didistribusikan oleh Bongo Comics dari 2000 hingga 2016. Bart memainkan peran penting dalam wahana The Simpsons Ride, sebuah wahana simulator gerak yang diluncurkan pada 2008 di Universal Studios Florida dan Universal Studios Hollywood. Pada 9 Desember 2024, program Monday Night Football menayangkan siaran alternatif versi animasi Simpsons untuk pertandingan antara Cincinnati Bengals melawan Dallas Cowboys yang berjalan selaras dengan peristiwa di lapangan sesungguhnya.

Bart bersama karakter Simpsons lainnya muncul dalam iklan televisi untuk produk cokelat batang Butterfinger dari Nestlé dari 1988 hingga 2001, dengan slogan ikonik "Nobody better lay a finger on my Butterfinger!" ("Jangan ada yang berani menyentuh Butterfinger-ku!"). Groening di kemudian hari mencatat bahwa kesuksesan iklan Butterfinger memainkan peran penting dalam keputusan Fox untuk memberikan lampu hijau bagi pembuatan serial berdurasi setengah jam tersebut. Bart juga tampil dalam iklan untuk jaringan restoran cepat saji Burger King. Pada 2001, Kellogg's memperkenalkan produk sereal edisi terbatas Bart Simpson Peanut Butter Chocolate Crunch. Groening sempat menawarkan Bart sebagai juru bicara untuk Jell-O sebelum peluncuran serial berdurasi setengah jam tersebut, dengan mengusulkan ide iklan di mana Bart akan menyanyikan "J-E-L-L-O" lalu bersendawa pada huruf "O". Ia percaya anak-anak akan mencoba menirunya, namun ide tersebut ditolak. Pada 9 April 2009, United States Postal Service memperkenalkan seri prangko bernilai 44 sen yang menampilkan Bart dan anggota keluarga Simpson lainnya. Prangko-prangko ini merupakan yang pertama sejak era Sesame Street yang diterbitkan saat acara televisinya masih dalam proses produksi aktif. Didesain langsung oleh Groening, prangko tersebut mulai tersedia untuk dibeli pada 7 Mei 2009.

Read next

In 61 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article