factograf
MS

Seni

Seni
Seorang pelukis.
Seorang pelukis.

Seni (Jawi: ‏سني‎‎) merangkumi hasil pekerjaan manusia daripada bakat diri dibentuk kebudayaan masyarakat sekeliling dalam bentuk termasuk tampak (seperti lukisan, arca, percetakan, fotografi dan lain lain) dan persembahan (seperti tarian) untuk meluahkan perasaan dialami serta pendapat dan gagasan bernilai dipegang pengkarya yang dianggap mencirikan keindahan. Sifat seni dan konsep-konsep yang berkaitan seperti daya kreatif dan penafsiran erti dalam ciri rupa karya diterokai dalam cabang falsafah yang dikenal sebagai estetika. Karya seni yang dihasilkan kemudian diteliti secara pakar dalam bidang kritikan dan sejarah.

Tidak terdapat satu pun definisi yang disepakati secara umum mengenai apa yang disebut seni, dan penafsirannya pun sangat beragam dari zaman ke zaman dan satu masyarakat ke satu masyarakat lain.

Bentuk seni paling awal seperti patung, lukisan gua, lukisan batu, dan petroglif dari zaman Paleolitik Akhir telah ada sejak dari 40,000 tahun yang lalu. Lukisan gua di Sulawesi disebut sebagai salah satu artefak seni tertua di dunia. Akan tetapi, makna sesungguhnya dari seni tersebut masih dalam perdebatan kerana kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan yang menghasilkannya. Di gua Lubang Jeriji Saleh, Kalimantan Timur, para arkeolog menemukan gambar serupa lembu yang ditegaskan sebagai karya seni figuratif tertua di dunia, diperkirakan berusia 40 ribu hingga 52 ribu tahun lalu (Zaman Paleolitik Atas dan akhir zaman Air Batu), lebih tua 5000 tahun dari penemuan sebelumnya di Sulawesi.

Peristilahan

Asal kata seni dalam bahasa Melayu umum tidak begitu jelas dan memiliki banyak teori, di antaranya adalah:

  • Pinjaman istilah dipakai di Kepulauan Riau (terutamanya di Sungai Rokan) sonik yang berasal dari kata 'so' atau 'se' artinya adalah 'satu', berasal dari bahasa Sanskrit 'swa' (satu), yang digabung dengan kata 'nik' yang ertinya sesuatu yang sangat kecil atau halus. Kata sonik/sonit/seni bererti suatu yang halus bentuk rupa mahupun sifatnya.
  • pinjaman kata bahasa Sanskrit sani berert "persembahan", layanan dan pemberian yang tulus.
  • pinjaman kata bahasa Belanda genie [gĕ.ni.ĕ] bererti kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir, seperti makna ketiga kata seni dalam KBBI yang berarti genius.

Kata seni memiliki riwayat sendiri yang rumit sebagai padanan konsep art dalam bahasa Inggeris atau kunst dalam bahasa Belanda. Para penterjemah karya-karya Barat di Hindia Timur Belanda pada awal abad ke-20 berdepan seberapa permasalahan dalam memadankan konsep-konsep Barat yang dilihat hampir sukar diungkapkan dari pengetahuan mereka sediada: kunst dalam kamus Belanda-Melayu (Klinkert atau Mayer atau Badings yang terbit pada penghujung abad ke-19 atau permulaan abad ke-20) diterjemahkan menjadi hikmat, ilmu, pengetahuan, kepandaian dan ketukangan; konsep seni difahami mereka boleh diungkapkan dengan kata kagunan dalam bahasa Jawa dan kabinangkitan dalam bahasa Sunda. Di belah Indonesia, kata seni termaktub dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikarang Purwadarminta pada 1953. Meskipun Purwadarminta bukanlah yang mula-mula menggunakan istilah "seni" dan "seni rupa", tetapi hal ini membuat polemik di kalangan seniman karena seakan-akan menimbulkan ketimpangan persepsi antara seni di Indonesia dan seni di Barat. Tambahan pula, pemadanan kata "seni" untuk art atau kunst sesungguhnya terdengar sangat ganjil pada ketika itu memandangkan kata "seni" hanya sering digunakan pada konteks air seni yang merupakan penghalusan istilah untuk kencing sebelum abad ke-19. Sedangkan, contoh penggunaan kata seni untuk menyebut sesuatu kecil/lembut pada konteks lainnya tidak banyak ditemukan.

Istilah seni kemungkinan besar ditemukan—atau lebih tepatnya dimaknai ulang—oleh S. Sudjojono melalui Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) yang kala itu sangat giat mencari padanan istilah asar ke dalam bahasa lazim dipakai pelajar di Hindia Belanda pada saat itu. Istilah baru yang juga diperkenalkan antara lain seni lukis, lukisan, pelukis, lukisan kanvas, pematung, seni rupa, cukilan, alam benda, potret diri, watak, sanggar,lakaran, ukiran, seniman, seni telanjang dan lain-lain. Sementara itu, istilah seniman (untuk menyebut pelaku seni) muncul pada akhir 1930-an di dalam tulisan-tulisan S Sudjojono mengenai seni lukis Indonesia. S Sudjojono mengakui bahawa istilah ”seniman” ini pertama kali diusulkan oleh Ki Mangunsarkoro—mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Tulisan-tulisan S.Sudjojono juga membantu istilah-istilah tersebut semakin populer, khususnya buku Seni lukis, kesenian, dan seniman yang terbit pertama kali 1946.

Perbezaan pendapat Timur dan Barat

Konsep yang merangkumi art atau kunst dalam alam Melayu Nusantara tidak bergantung sempit kepada kebendaan. Dengan demikian, semua ungkapan seni ("seni rupa", "seni musik", "seni teater", "seni sastera" dll) punya kedudukan sejajar sehingga berkonotasi 'terbuka': deretan istilah ini bisa diperpanjang dengan seni keris, seni batik, seni ronggeng (dan sebagainya) yang dikenal sebagai kesenian di dunia tradisi. Maka, kata seni tidak memiliki bentuk dan merupakan kondisi mental yang bisa berwujud banyak hal selama memiliki gejala seni. Gejala tersebut membuat pengertian seni dalam bahasa Melayu Nusantara lebih dekat kepada estetika.

Dunia Barat memberi takrifan art kepada seberapa cabang klasik:

  1. seni tampak mencakup lukisan, patung, dan rupa binaan,
  2. seni yang dipersembahkan termasuk teater dan tarian

Cabang kedua ini sering dilihat tergolong bersama sastera, muzik, filem, serta media lain seperti media interaktif, dimasukkan dalam pengertian yang lebih luas (dalam bahasa Inggeris: the arts "seni-seni").

Tujuan

Seni memiliki sejumlah besar fungsi yang berbeda sepanjang sejarahnya, sehingga tujuannya sulit untuk diabstraksikan atau dikuantifikasi dengan konsep tunggal apa pun. Namun hal ini tidak menyiratkan bahwa tujuan seni adalah sesuatu yang "kabur", melainkan bahwa seni tercipta dengan memiliki banyak alasan unik dan berbeda. Beberapa kegunaan seni disediakan dalam garis besar berikut. Berbagai tujuan seni dapat dikelompokkan sesuai dengan yang tidak termotivasi, dan yang termotivasi (Lévi-Strauss).

Tujuan tanpa dorongan

Kegunaan seni yang tidak termotivasi adalah tujuan yang tak terpisahkan dalam proses menjadi manusia, melampaui diri pribadi, atau tidak memenuhi tujuan luar tertentu. Dalam pengertian ini, seni, sebagai daya cipta, adalah sesuatu yang harus dilakukan manusia sesuai dengan kodratnya (yaitu, tidak ada spesies lain yang menciptakan seni), dan karenanya melampaui kegunaan praktis.

  1. Naluri dasar manusia untuk keselarasan, keseimbangan, dan ritme. Seni pada tingkat ini bukanlah tindakan atau pun objek, melainkan penghargaan internal atas keseimbangan dan keselarasan (keindahan), dan karena itu merupakan aspek manusia di luar utilitas.
  2. Pengalaman yang misterius. Seni menyediakan cara untuk mengalami diri sendiri dalam hubungannya dengan alam semesta. Pengalaman ini mungkin sering datang tanpa motivasi, karena orang menghargai seni, musik, atau puisi.
  3. Ungakapan imajinasi. Seni menyediakan sarana untuk mengungkapkan imajinasi dengan cara non-tata bahasa yang tidak terikat pada formalitas bahasa lisan atau tulisan. Tidak seperti kata-kata, yang datang dalam urutan dan masing-masing memiliki makna yang pasti, seni menyediakan berbagai bentuk, simbol, dan gagasan dengan makna yang luwes.
  4. Fungsi ritual dan simbolis. Dalam banyak budaya, seni digunakan dalam ritual, pertunjukan dan tarian sebagai hiasan atau simbol. Sementara hal tersebut sering tidak memiliki tujuan kegunaan spesifik (termotivasi), antropolog mengetahui bahwa seni dalam ritual sering digunakan pada tingkat makna dalam budaya tertentu. Makna ini tidak dilengkapi oleh satu individu, tetapi seringkali merupakan hasil dari banyak perubahan generasi, dan hubungan kosmologis dalam budaya.

Tujuan berdorongan

Kegunaan seni yang termotivasi mengacu pada tindakan yang disengaja dan sadar dari seniman atau penciptanya. Hal ini mungkin membawa perubahan politik, untuk mengomentari suatu aspek dalam masyarakat, untuk menyampaikan emosi atau suasana hati tertentu, untuk menunjukkan psikologi pribadi, untuk menggambarkan disiplin lain, untuk (dengan seni komersial) menjual produk, atau hanya sekadar bentuk komunikasi.

  1. Komunikasi: sebahagian besar bentuk komunikasi memiliki maksud atau tujuan yang diarahkan kepada individu lain, ini adalah tujuan yang termotivasi. Kesenian bergambar, seperti ilustrasi tujuan ilmiah, adalah bentuk seni sebagai komunikasi. Peta adalah contoh lain. Namun, isinya tidak perlu ilmiah. Emosi, suasana hati dan perasaan juga dikomunikasikan melalui seni.
  2. Hiburan: Seni dapat menghadirkan emosi atau suasana hati tertentu, untuk tujuan bersantai atau menghibur penonton. Ini sering merupakan fungsi dari industri seni filem, video dan permainan video.
  3. Perubahan politik. Salah satu fungsi seni awal abad ke-20 adalah menggunakan gambar-gambar visual untuk menghasilkan perubahan politik. Gerakan-gerakan seni yang memiliki tujuan ini—misalnya Dadaisme, surealisme, konstruktivisme Rusia, dan Ekspresionisme Abstrak— secara kolektif disebut sebagai seni avante-garde.
  4. sebagai "zona bebas" jauh dari aksi celaan sosial: berbeda dengan gerakan avant-garde, yang ingin menghapus perbedaan budaya untuk menghasilkan nilai-nilai universal yang baru, seni kontemporer telah meningkatkan toleransi terhadap perbedaan budaya serta fungsi-fungsi kritis dan membebaskannya (penyelidikan sosial, aktivisme, subversi, dekonstruksi...), menjadi tempat yang lebih terbuka untuk penelitian dan percobaan.
  5. untuk penyelidikan sosial, subversi dan/atau anarki: lawan seni tujuan di atas di mana seni subversif atau dekonstruktivistik dapat berupaya mempertanyakan aspek-aspek masyarakat tanpa tujuan politik tertentu. Dalam hal ini, fungsi seni mungkin hanya untuk mengkritik beberapa aspek masyarakat. Seni jalanan seperti grafiti dan sejenis naadalah gambar dan gambar yang dilukis dengan semprotan atau stensil pada dinding, bangunan, kenderaan awam, dan jembatan yang dapat dilihat secara publik, biasanya tanpa izin. Bentuk seni tertentu, seperti grafiti, mungkin juga ilegal ketika mereka melanggar hukum (dalam hal ini vandalisme).
  6. untuk tujuan sosial: meningkatkan kesedaran kepada berbaga-bagai macam topik seperti kesihatan (autisme, barah), ehwal manusia ( perdagangan manusia, hak asasi, kebajikan orang peribumi), alam sekitar (konservasi lautan, pencemaran)
  7. untuk tujuan psikologi dan penyembuhan. Seni juga digunakan oleh terapis seni, psikoterapi dan psikologi klinikal sebagai terapi seni. Siri gambar Diagnostik, misalnya, digunakan untuk menentukan fungsi kepribadian dan emosi pasien. Produk akhir bukanlah tujuan utama dalam kasus ini, melainkan proses penyembuhan, melalui tindakan kreatif. Karya seni yang dihasilkan juga dapat menawarkan wawasan tentang masalah yang dialami oleh subjek dan dapat menyarankan pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam bentuk terapi kejiwaan yang lebih konvensional.
  8. untuk propaganda, atau komersialisme. Seni sering digunakan sebagai bentuk propaganda, dan dengan demikian dapat digunakan untuk secara halus mempengaruhi konsepsi atau suasana hati yang populer. Dengan cara yang sama, seni yang cuba menjual produk juga memengaruhi suasana hati dan emosi. Dalam kedua kasus tersebut, tujuan seni di sini adalah untuk secara halus mengungkit tindak balas dari perasaan atau psikologi penonton terhadap gagasan atau objek tertentu.
  9. sebagai pentanda kebugaran. Telah dikemukakan bahwa kemampuan otak manusia jauh melebihi apa yang diperlukan untuk bertahan hidup di lingkungan leluhur. Salah satu penjelasan psikologi evolusioner untuk ini adalah bahwa otak manusia dan sifat-sifat terkait (seperti kemampuan artistik dan kreativitas) adalah padanan manusia untuk ekor burung merak. Tujuan dari ekor merak jantan yang luar biasa adalah untuk menarik perhatian betina. Menurut teori ini, penggarapan seni yang unggul itu secara evolusioner penting karena untuk menarik perhatian pasangan.

Contoh bidang kesenian

Pautan luar

Read next

In 224 languages

msаԥсшәаAfrikaansAlemannischалтай тилአማርኛaragonésअंगिकाالعربيةالدارجةمصرىঅসমীয়াasturianuаварKotavaAymar aruazərbaycancaتۆرکجهбашҡортсаBasa BaliBoarischžemaitėškaBikol Centralбеларуская (тарашкевіца)беларускаяBetawiбългарскиभोजपुरीBanjarပအိုဝ်ႏဘာႏသာႏবাংলাབོད་ཡིགবিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরীbrezhonegbosanskiбуряадcatalà閩東語 / Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄нохчийнCebuanoکوردیcorsuqırımtatarcačeštinakaszëbscziчӑвашлаCymraegdanskDeutschZazakiKadazandusunEnglishEsperantoespañoleestieuskaraestremeñuفارسیsuomivõroNa Vosa VakavitifrançaisarpetanNordfriiskfurlanFryskGaeilge贛語kriyòl gwiyannenGàidhliggalegoگیلکیAvañe'ẽગુજરાતીGaelgHausa客家語 / Hak-kâ-ngîHawaiʻiעבריתहिन्दीFiji HindihrvatskiKreyòl ayisyenmagyarհայերենԱրեւմտահայերէնinterlinguaBahasa IndonesiaInterlingueIgboIlokanoIdoíslenskamedžuslovjanskyitaliano日本語Patoisla .lojban.JawaქართულიQaraqalpaqshaTaqbaylitадыгэбзэGĩkũyũқазақшаភាសាខ្មែរಕನ್ನಡYerwa Kanuri한국어کٲشُرkurdîkernowekкыргызчаLatinaLadinoLëtzebuergeschLingua Franca NovaLimburgsLigureLadinlombardlingálaລາວlietuviųlatviešuमगहीमैथिलीBasa BanyumasanмокшеньMalagasyолык марийMinangkabauмакедонскимонголဘာသာမန်मराठीMaltiMirandésမြန်မာဘာသာэрзяньمازِرونیNapulitanoNedersaksiesPlattdüütschनेपालीNederlandsnorsk nynorsknorskoccitanOromooиронਪੰਜਾਬੀPapiamentuPälzischpolskiPiemontèisپنجابیپښتوportuguêsRuna Simiရခိုင်românăarmãneashtiрусскийрусиньскыйIkinyarwandaसंस्कृतम्саха тылаsardusicilianuScotsسنڌيsrpskohrvatski / српскохрватскиTaclḥitසිංහලSimple EnglishslovenčinaسرائیکیslovenščinaGagana SamoachiShonashqipсрпски / srpskiSiSwatiSeelterskSundasvenskaKiswahiliślůnskiதமிழ்తెలుగుтоҷикӣไทยትግርኛTagalogtolışilea faka-Tongatoki ponaTok PisinTürkçeXitsongaтатарча / tatarçaукраїнськаاردوoʻzbekcha / ўзбекчаvènetovepsän kel’Tiếng ViệtVolapükwalonWinarayWolof吴语isiXhosaმარგალურიייִדישYorùbáVahcuenghZeêuwsⵜⴰⵎⴰⵣⵉⵖⵜ ⵜⴰⵏⴰⵡⴰⵢⵜ閩南語 / Bân-lâm-gí粵語中文isiZulu

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article