

Reichsführer-SS (Jerman: , terj. har. 'Pemimpin Reich-SS') adalah gelar dan pangkat khusus yang ada antara tahun 1925 dan 1945 untuk komandan Schutzstaffel (SS), dan merupakan pangkat tertinggi di SS. Pemegang jabatan dengan masa bakti terlama dan paling menonjol adalah Heinrich Himmler.
Definisi
Reichsführer-SS merupakan sebuah gelar sekaligus pangkat. Gelar Reichsführer pertama kali dibuat pada tahun 1926 oleh komandan kedua SS, Joseph Berchtold. Julius Schreck, pendiri SS dan pendahulu Berchtold, tidak pernah menyebut dirinya sebagai Reichsführer. Meskipun demikian, gelar tersebut diterapkan kepadanya secara retroaktif di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1929, Heinrich Himmler menjadi Reichsführer-SS dan lebih sering menyebut dirinya dengan gelar tersebut alih-alih pangkat reguler SS-nya, yaitu Obergruppenführer. Hal ini menjadi preseden bagi komandan SS untuk dipanggil sebagai Reichsführer-SS.
Sebelum peristiwa Malam Pisau Panjang, SS merupakan korps elite dari Sturmabteilung (SA atau pasukan badai), dan Reichsführer-SS kedudukannya berada di bawah kepala operasional SA, yaitu Stabschef. Pada 20 Juli 1934, sebagai bagian dari pembersihan SA, SS dijadikan cabang independen dari Partai Nazi yang hanya bertanggung jawab kepada Hitler. Sejak saat itu, gelar Reichsführer-SS menjadi pangkat yang sebenarnya, dan faktanya merupakan pangkat tertinggi dalam SS. Dalam posisi ini, di atas kertas Himmler setara dengan seorang Generalfeldmarschall dalam Angkatan Darat Jerman. Seiring dengan tumbuhnya posisi dan otoritas Himmler di Jerman Nazi, pangkatnya juga meningkat secara "de facto". Selain itu, tidak pernah ada lebih dari satu Reichsführer-SS dalam satu waktu, dengan Himmler memegang posisi tersebut sebagai gelar pribadinya dari tahun 1929 (menjadi pangkat sebenarnya pada tahun 1934) hingga April 1945.
Tugas dan tanggung jawab
Pada awal pembentukannya, gelar dan pangkat Reichsführer-SS merupakan sebutan bagi kepala Allgemeine SS (SS Umum). Dalam kapasitas ini, Pemimpin Reich SS merupakan komandan langsung dari Pemimpin Distrik Senior SS (SS-Oberabschnitt Führer); menjelang tahun 1936, Reichsführer-SS menjadi kepala dari tiga cabang utama SS: Allgemeine SS, SS-Verfügungstruppe (SS-VT; pasukan aksi politik), dan SS-Totenkopfverbände (SS-TV; dinas kamp konsentrasi).
Selama Perang Dunia Kedua, Reichsführer-SS pada praktiknya memegang beberapa peran tambahan dan memiliki kekuasaan pribadi yang sangat besar. Ia bertanggung jawab atas seluruh keamanan internal di Jerman Nazi. Ia merupakan pengawas kamp-kamp konsentrasi, kamp-kamp pemusnahan (melalui Inspektorat Kamp Konsentrasi dan SS-TV), serta skuad kematian bergerak Einsatzgruppen (melalui Kantor Pusat Keamanan Reich; RSHA). Seiring berjalannya waktu, pengaruhnya terhadap kebijakan sipil dan luar negeri menjadi sangat terlihat, karena Reichsführer melapor langsung kepada Hitler dan tindakan-tindakannya tidak dibatasi oleh sistem pengawasan dan keseimbangan. Hal ini berarti pemegang jabatan tersebut dapat menerapkan kebijakan yang luas, seperti rencana Nazi untuk Genosida atau pemusnahan Yahudi, atau memerintahkan tindakan kriminal seperti pembunuhan Stalag Luft III, tanpa hambatan.
Sulit untuk memisahkan antara jabatan tersebut dengan tugas-tugas yang diberikan kepada individu yang menjabatnya. Per 20 April 1934, Himmler dalam jabatannya sebagai Reichsführer-SS telah mengendalikan SD dan Gestapo. Pada 17 Juni 1936, Himmler diangkat sebagai kepala dari seluruh kepolisian Jerman, sehingga menempatkan seluruh polisi berseragam (Orpo) dan polisi kriminal (Kripo) di Jerman di bawah kendalinya. Dalam peran terakhir ini, ia secara nominal berada di bawah Menteri Dalam Negeri, Wilhelm Frick. Tidak jelas seberapa besar kekuasaan ini secara teknis melekat pada jabatan Reichsführer-SS seandainya tugas-tugas tersebut dipisahkan. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi tidak relevan lagi ketika Himmler menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada tahun 1943.
Sulit untuk mendefinisikan secara tepat rincian lengkap tugas dan tanggung jawab Reichsführer-SS selain sebagai pemimpin dan anggota senior SS, karena, meminjam istilah sejarawan Martin Windrow, "pada saat pecahnya perang (Dunia Kedua), mustahil untuk mendefinisikan secara tepat peran di dalam negara" dari seluruh SS itu sendiri.
Hubungan dengan Waffen-SS
Pangkat Reichsführer-SS didefinisikan dalam hierarki SS sebagai pangkat tertinggi yang mungkin dicapai dalam Allgemeine-SS. Posisi pasti dari pangkat tersebut di dalam Waffen-SS berkembang selama bertahun-tahun, mulai dari yang didefinisikan secara jelas hingga yang dikaitkan secara samar. Waffen-SS awalnya merupakan unit bersenjata kecil SS yang dikenal sebagai SS-Verfügungstruppe (SS-VT), dan pada dekade 1930-an berada di bawah komando Himmler yang, dalam jabatannya sebagai Reichsführer-SS, mengeluarkan arahan dan perintah kepada para komandan SS-VT. Namun, pengecualian tetap ada pada beberapa aspek SS bersenjata, begitu pula di dalam unit pengawal khusus yang dikenal sebagai SS-Leibstandarte. Meskipun unit tersebut secara nominal berada di bawah Himmler, Sepp Dietrich adalah komandan sebenarnya dan menangani administrasi sehari-harinya.
Waffen-SS pada akhirnya berkembang dari tiga resimen menjadi lebih dari 38 divisi dan bertugas bersama Angkatan Darat Jerman, tetapi tidak pernah menjadi bagian resminya. Selama Perang Dunia II, wewenang Reichsführer-SS atas Waffen-SS terutama bersifat administratif, di mana kantor-kantor SS Umum tertentu mengendalikan aspek pasokan dan logistiknya. Himmler juga memegang wewenang untuk membentuk divisi Waffen-SS baru serta memerintahkan pembentukan berbagai unit tempur SS yang lebih kecil. Namun, interaksi sehari-hari dengan Waffen-SS utamanya hanya mencakup inspeksi pasukan Waffen-SS dan penganugerahan medali tingkat tinggi kepada para anggotanya.
Selain itu, Reichsführer-SS tidak pernah menjalankan wewenang operasional langsung atas unit-unit Waffen-SS hingga akhir perang, dan itu pun hanya dalam kapasitasnya sebagai komandan Grup Angkatan Darat dan bukan sebagai kepala SS. Para komandan papan atas Waffen-SS, seperti Sepp Dietrich, Wilhelm Bittrich, dan Matthias Kleinheisterkamp, bahkan memandang rendah Himmler dan menggambarkannya sebagai sosok yang "licik dan tidak berjiwa militer".
Kommandostab Reichsführer-SS
Melekat pada jabatan ini adalah formasi SS berkekuatan 18.438 personel yang dikelola oleh Kommandostab Reichsführer-SS ("Staf Komando Reichsführer-SS") yang melapor langsung kepada Himmler. Untuk memimpin Staf Komando tersebut, Himmler menunjuk seorang perwira angkatan darat karier Kurt Knoblauch, yang bertindak sebagai kepala staf untuk unit-unit tersebut. Sebelum peluncuran invasi ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941, formasi ini mencakup dua Brigade Infanteri-SS bermotor, dua Resimen Kavaleri-SS yang digabungkan ke dalam Brigade Kavaleri SS, sebuah batalion pengawal, unit-unit flak (anti-pesawat), dan sejumlah kompi pasukan pendukung. Unit-unit tersebut ditempatkan sementara di bawah komando angkatan darat untuk operasi, tetapi Reichsführer dapat memanggil mereka kembali kapan saja. Meskipun namanya demikian, badan ini tidak digunakan sebagai unit markas besar yang bersatu. Sebaliknya, unit-unit individunya dikirim ke wilayah-wilayah pendudukan, ditempatkan di bawah kendali Pemimpin Tinggi SS dan Polisi (HSSPF) setempat, dan digunakan untuk apa yang disebut sebagai "tindakan pasifikasi" bersama dengan Einsatzgruppen. Sering kali tindakan-tindakan ini berupa kekejaman dan pembunuhan massal, yang menyasar orang-orang Yahudi, tahanan politik, dan "orang-orang yang dicurigai sebagai partisan".
Pemegang jabatan
Secara keseluruhan, terdapat lima orang yang memegang gelar Reichsführer-SS selama dua puluh tahun keberadaannya. Tiga orang memegang posisi tersebut sebagai gelar, sementara dua orang memegangnya sebagai pangkat SS yang sebenarnya.
| № | Potret | Reichsführer-SS | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Lama menjabat | Partai | Ref |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Julius Schreck (1898–1936) | 4 April 1925 | 15 April 1926 | 1 tahun, 11 hari | NSDAP | ||
| 2 | Joseph Berchtold (1897–1962) | 15 April 1926 | 1 March 1927 | 320 hari | NSDAP | ||
| 3 | Erhard Heiden (1901–1933) | 1 Maret 1927 | 6 Januari 1929 | 1 tahun, 311 hari | NSDAP | ||
| 4 | Heinrich Himmler (1900–1945) | 6 Januari 1929 | 29 April 1945 | 16 tahun, 113 hari | NSDAP | ||
| 5 | Karl Hanke (1903–1945) | 29 April 1945 | 8 Mei 1945 | 9 hari | NSDAP |
Hanke diangkat sebagai pemimpin SS pada bulan April 1945, tetapi baru diberitahu pada awal Mei. Ia ditangkap oleh partisan Ceko pada 6 Mei dan ditahan. Ia tewas pada 8 Juni saat mencoba melarikan diri dari kamp tawanan perang. Para sejarawan sering kali berspekulasi bahwa Reinhard Heydrich pada akhirnya akan menyandang pangkat tersebut seandainya Himmler tewas atau dicopot dari jabatannya lebih awal dalam Perang Dunia II, dan memang Heydrich sering kali dipandang sebagai ahli waris utama Himmler oleh para pemimpin senior SS. Namun, dalam sebuah acara diplomatik di Italia pada tahun 1941, Heydrich dilaporkan menyatakan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk menggantikan Himmler.
Garis waktu

Wakil
| Potret | Stellvertretender RfSS | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Lama menjabat | Partai | Ref | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| SS-Oberführer Heinrich Himmler (1900–1945) | September 1927 | 6 Januari 1929 | 1 tahun, 4 bulan | NSDAP | |||
| SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich (1904–1942) | 17 Juni 1936 | 4 Juni 1942 † | 5 tahun, 11 bulan | NSDAP | |||
Referensi
Bibliografi
Pangkat di bawahnyaOberstgruppenführerpangkat SS
Reichsführer-SSPangkat di atasnya
Der Führer (sebagai Kepala Negara)
