factograf
ID

Pesawat peringatan dini

Pesawat peringatan dini
E-767 AWACS (Jepang)
E-767 AWACS (Jepang)
E-3 Sentry
E-3 Sentry
Antena AN/APY-1/2 AWACS, Sistem Peringatan dan Kontrol Udara - Museum Elektronik Nasional, Maryland, USA. Versi perbaikan dari AN/APY-1 pada basis elemen modern adalah APY-2. Selama waktu ini, 68 stasiun telah diproduksi dan dipasang pada pesawat E-3 Sentry,…
Antena AN/APY-1/2 AWACS, Sistem Peringatan dan Kontrol Udara - Museum Elektronik Nasional, Maryland, USA. Versi perbaikan dari AN/APY-1 pada basis elemen modern adalah APY-2. Selama waktu ini, 68 stasiun telah diproduksi dan dipasang pada pesawat E-3 Sentry,…
4 images

Pesawat peringatan dini (bahasa Inggris: Airborne Early Warning atau AEW) adalah sebuah sistem radar yang dibawa oleh sebuah pesawat terbang yang dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang lain. Radar ini dapat membedakan antara pesawat terbang kawan dan pesawat terbang musuh dari jarak jauh. Pesawat peringatan dini digunakan dalam operasi penerbangan defensif maupun ofensif. Secara ofensif, sistem ini bertugas untuk mengarahkan pesawat tempur ke targetnya. Secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi serangan musuh.

Beberapa negara mempunyai sistem pesawat peringatan dininya masing-masing. E-3 Sentry dan Grumman E-2C Hawkeye adalah pesawat terbang peringatan dini yang populer. Sentry dibuat oleh Boeing Defense and Space Group (sekarang Integrated Defense Systems) dan secara internasional dianggap sebagai standar pesawat peringatan dini. E-3 Sentry dibuat berbasiskan Boeing 707. E-2 Hawkeye yang memasuki dinas pada 1965 merupakan pesawat peringatan dini yang paling banyak digunakan. Pertahanan Udara Jepang menggunakan teknologi E-3 yang diaplikasikan ke Boeing 767.

Britania Raya juga mengembangkan pesawat peringatan dininya sendiri yaitu Nimrod AEW.3, yang dikembangkan oleh De Havilland. Akan tetapi, program Nimrod AEW kemudian dibatalkan.

RAAF (Angkatan Udara Australia) menggunakan pesawat terbang berbasis Boeing 737 di bawah Project Wedgetail. Tidak seperti E-2 dan E-3, Wedgetail tidak memiliki rotodome.

Angkatan Udara Swedia menggunakan S 100B Argus sebagai sistem pesawat peringatan dininya. S 100B Argus berbasiskan Saab 340 dengan sebuah radar dari Ericsson Erieye PS-890.

Angkatan Udara Brasil dan Angkatan Udara Meksiko menggunakan Embraer R-99 dengan radar dari Ericsson Erieye PS-890 yang digunakan juga di S 100B Argus.

Hanya ada tiga pesawat peringatan dini berbasis helikopter. Salah satunya adalah helikopter Angkatan Laut Britania Raya Westland Sea King ASaC7. Satuan helikopter ini tergabung dalam Kapal induk kelas Invincible (HMS Illustrious dan HMS Ark Royal). Pembuatan Sea King ASaC7, dan sistem sebelumnya yaitu AEW.2 dan AEW.5 adalah konsekuensi dari pelajaran yang didapat oleh Royal Navy yang dikirim ke Samudera Atlantik tahun 1982 dalam Perang Falklands. Kurangnya cakupan sistem peringatan dini pada waktu ini menjadi salah satu kendala utama.

Helikopter lainnya adalah Ka-31 Helix-B buatan Rusia yang digunakan antara lain oleh Angkatan Laut India pada Frigat Krivak-III. Helikopter ini menggunakan peralatan radar E-801M Oko (Eye) yang dapat melacak sampai dengan 20 target di udara dalam waktu bersamaan dari jarak 150 km serta kapal permukaan dari jarak 250 km. Angkatan Udara India memesan tiga buah IAI Phalcon pada 2004 yang akan dikirim pada 2007. India juga mengembangkan sistem pesawat peringatan dininya sendiri yang akan digunakan pada 2010.

Pesawat peringatan dini berbasis helikopter yang paling modern adalah AgustaWestland EH101 dari Angkatan Laut Italia.

Beberapa sistem pesawat peringatan dini memiliki fitur tambahan sebagai fungsi komando dan pengendali. Salah satunya yaitu AWACS AS.

Pesawat nirawak peringatan dini

SkyGuardian di Lapangan Udara Angkatan Darat Laguna untuk pengujian dan sertifikasi, termasuk rekor ketahanan 48,2 jam dan sertifikasi FAA pertama untuk pesawat nirawak yang terbang di wilayah udara sipil.
SkyGuardian di Lapangan Udara Angkatan Darat Laguna untuk pengujian dan sertifikasi, termasuk rekor ketahanan 48,2 jam dan sertifikasi FAA pertama untuk pesawat nirawak yang terbang di wilayah udara sipil.

MQ-9B SkyGuardian

MQ-9B SkyGuardian adalah pesawat tanpa awak (UAV) generasi berikutnya yang dirancang untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) selama 40+ jam, mampu beroperasi di semua jenis cuaca, dan berintegrasi dengan aman ke dalam ruang udara sipil. Pesawat ini merupakan evolusi dari MQ-9 Reaper yang dapat digunakan untuk berbagai misi militer dan sipil, termasuk misi kemanusiaan, penyelamatan, penegakan hukum, dan pengawasan maritim (dalam konfigurasi SeaGuardian).

MQ-9B SkyGuardian mampu terbang di atas cakrawala (beyond-line-of-sight) melalui satelit hingga lebih dari 40 jam. MQ-9B SkyGuardian dirancang untuk multi-peran dan dapat dilengkapi dengan berbagai muatan, seperti radar dan sensor, serta dapat dikonfigurasi untuk misi maritim (SeaGuardian). Merupakan sistem pesawat nirawak pertama yang disertifikasi tipe (type-certifiable) dan dapat diintegrasikan ke dalam ruang udara sipil, mematuhi standar NATO (STANAG 4671) dan peraturan sipil di AS dan negara lain. MQ-9B SkyGuardian melayani berbagai misi, termasuk ISR, perang elektronik, pencarian dan penyelamatan, serta pengawasan maritim, dengan kemampuan untuk perburuan dan penargetan (seperti rudal AGM-114 Hellfire). Dilengkapi dengan radar Lynx® Multi-mode, sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) canggih, dan kemampuan lepas landas dan mendarat otomatis.

Penggunaan Radar GCI dan AWACS

Radar GCI (Ground Controlled Interception) dan AWACS (Airborne Warning and Control System) adalah dua sistem pertahanan udara yang berbeda namun saling melengkapi. GCI adalah sistem berbasis darat yang mengarahkan pesawat pencegat untuk mencegat target udara, sementara AWACS adalah sistem berbasis udara yang memberikan peringatan dini, pemantauan wilayah udara, dan pengendalian pesawat tempur dari jarak jauh. Radar GCI menjadi komponen penting dalam doktrin peperangan modern yang berbasis pada jaringan (Network Centric Warfare), di mana informasi dan data ditransmisikan secara real-time antara pusat komando dan unit tempur. Sistem GCI tumbuh dalam ukuran dan kecanggihan selama era pascaperang, sebagai respons terhadap ancaman serangan nuklir yang luar biasa. Sistem SAGE AS mungkin merupakan upaya yang paling rumit, menggunakan komputer yang mengisi gedung yang terhubung ke lusinan radar dan sensor lain untuk mengotomatiskan seluruh tugas mengidentifikasi lintasan pesawat musuh dan mengarahkan pesawat pencegat atau rudal permukaan-ke-udara ke arahnya. Dalam beberapa kasus, SAGE mengirim perintah langsung ke autopilot pesawat, membawa pesawat dalam jangkauan serangan sepenuhnya di bawah kendali komputer. Mitra RAF, ROTOR sebagian besar tetap merupakan sistem manual.

GCI dan AWACS adalah sistem pertahanan udara yang penting. GCI berfokus pada pengendalian intersepsi, sementara AWACS memberikan gambaran yang lebih luas dan kemampuan kontrol yang lebih fleksibel. Keduanya saling melengkapi untuk memastikan keamanan wilayah udara. GCI biasanya dilengkapi dengan keberadaan radar peringatan dini yang sangat besar, yang dapat memberi tahu GCI tentang pesawat musuh yang datang beberapa jam sebelum pesawat itu tiba, sehingga memberikan cukup waktu untuk mempersiapkan dan meluncurkan pesawat serta mengaturnya untuk melakukan intersepsi baik dengan menggunakan radar mereka sendiri atau dengan bantuan stasiun radar biasa setelah pesawat-pesawat itu mendekati jangkauan mereka. Contoh dari jenis sistem ini adalah radar over-the-horizon Jindalee milik Australia. Radar semacam itu biasanya beroperasi dengan memantulkan sinyalnya dari lapisan-lapisan di atmosfer.

Radar GCI (Ground Controlled Interception) PT Len adalah produk unggulan dari PT Len Industri (Persero) yang berfungsi sebagai "mata" pertahanan udara Indonesia. Radar ini bekerja sama dengan Thales dalam pengadaan 13 unit radar GCI untuk Kementerian Pertahanan RI. Radar GCI mampu mendeteksi ancaman udara seperti pesawat terbang, drone, dan rudal pada jarak lebih dari 400 kilometer.

Radar Airborne Seri AN/APY

Radar peringatan dini

  • ESR-32A 2D pengawasan udara, peringatan dini berbasis daratan buatan Mesir
  • ESR-32B2D pengawasan udara dan laut, peringatan dini berbasis daratan buatan Mesir
  • Erieye AESA air surveillance airborne buatan Swedia
  • Netra AEW&CS - 3D AESA AEW&C radar installed on an ERJ 145 aircraft.
  • Elta Systems EL/W-2085 Airborne Early Warning & Control radar
  • Elta Systems ELM-2090 TERRA UHF+S-Band Phased Array EW Radar
  • Elta Systems ELM-2080 Green Pine Missile Detection EW Radar
  • Elta Systems ELM-2084 MMR Multi-Mission Radar
  • Elta Systems ELM-2084MS MS-MMR Multi-Sensor MMR
  • Elta Systems ELM-2288 AD-STAR Air Defense & Traffic Control Radar
  • Elta Systems ELK-7080 PCL Passive Coherent Location System
  • Elta Systems ELK-7080 PCL Passive Coherent Location System
  • Elta Systems ELM-2070 OTH
  • Elta Systems ELM-2040 OTH-B
  • Elta Systems ELM-2106 ATAR Tactical 3D Air Defense Radar
  • Elta Systems ELM-2026B VSHORAD Radar
  • Elta Systems ELM-2097 Space Guard, Space Surveillance & Tracking (SST) Radar
  • Elta Systems ELM-2138M Green Rock Tactical C-RAM Radar
  • Magos Systems AR-300 Drone Detection Radar
  • Elta Systems ELM-2040 OTH-B Early Warning OTH Backscatter Radar
  • Type 581 Radar air warning radar
  • RUS-1 "Rhubarb", Early warning radar
  • A-100 "Kama", Early warning ground control radar
  • P-3 "Dumbo", Early warning ground control radar.
  • P-8 "Knife Rest A", Early warning ground control radar.
  • P-10 "Knife Rest B", Early warning ground control radar.
  • P-12 "Spoon Rest", Early warning ground control radar.
  • P-14 "Tall King", Early warning radar.
  • P-18 "Spoon Rest D", Early warning radar.
  • P-20 "Bar Lock", Early warning ground control radar.
  • P-30 "Big Mesh", Early warning ground control radar.
  • P-35 "Bar Lock", Early warning ground control radar.
  • P-40 "Long Track", Early warning/Target acquisition radar.
  • P-70, Early warning radar.
  • P-80 "Back Net", E-band Early Warning Radar
  • Radar, AA, No 4, Mk I - Anti-aircraft local warning, known as 'Zippy'.
  • Radar, AA, No 4, Mk II - Anti-aircraft local warning.
  • Radar, AA, No 4, Mk III - Anti-aircraft local warning.
  • Radar, AA, No 4, Mk V - AMES Type 14 Anti-aircraft local warning, known as 'Gorgonzola'.
  • Radar, AA, No 4, Mk VI - Canadian-made Anti-aircraft local warning.
  • Radar, AA, No 4, Mk VII - Anti-aircraft local warning.
  • Radar, AA, No 5, Mk Ii - AMES Type 11 Anti-aircraft local warning.
  • AWS II - Fixed installation (and naval installation), surface warning and air and surface target indication
  • Monica tail warning radar - British WWII
  • Orange Putter - tail Warning radar fitted to English Electric Canberra and Vickers Valiant.
  • Red Steer - tail warning radar for the Avro Vulcan
  • AN/CPS-1 - Microwave Early Warning (MEW) radar. World's first microwave phased-array antenna.
  • AN/FPS-49 Ballistic Missile Early Warning System (BMEWS) tracking radar
  • AN/FPS-115 PAVE PAWS early warning radar system
  • AN/FPS-132 Upgraded Early Warning Radar (UEWR) to upgrade SSPARS
  • SCR-270 Early warning radar
  • SCR-527 Early warning radar
  • SCR-602 Lightweight early warning radar
  • AN/APS-1 X band radar tail warning radar
  • AN/APS-7 tail warning radar by Westinghouse Electric (1886)
  • AN/APS-11 tail warning radar
  • AN/APS-13 tail warning radar for Northrop P-61 Black Widow North American P-82D Twin Mustang and North American PBJ-1
  • AN/APS-16 L band tail warning radar
  • AN/APS-17 S band tail warning radar
  • AN/APS-18 early warning radar
  • AN/APS-20 S band search and early warning radar by Hazeltine Corporation and General Electric for Grumman TBM-3W Avenger, Boeing PB-1W, Lockheed EC-121, ZPG-2W(EZ-1), Grumman AF-2W Guardian, HR2S-1W, Lockheed P-2 Neptune, Boeing WB-29 Superfortress, Lockheed RC-121C, Fairey Gannet AEW.3, Canadair CP-107 Argus, Lockheed WP-3A Orion, and Avro Shackleton
  • AN/APS-28 tail warning radar for Douglas F3D Skyknight
  • AN/APS-54 tail warning radar by ITT Corporation for B-47 B-52 B-57 EB-66B
  • AN/APS-70 early warning radar by General Electric for EC-121 Warning Star and P-2V-6
  • AN/APS-87 improved AN/APS-82 early warning radar
  • AN/APS-91 early warning radar for E-2 Hawkeye

Lihat pula

Bibliografi

  • Polmar, Norman (Desember 1978). "The U.S.Navy: Shipboard Radars". United States Naval Institute Proceedings. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Polmar, Norman (Juli 1981). "The U.S.Navy: Sonars, Part 1". United States Naval Institute Proceedings. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Routledge, Brig N. W., History of the Royal Regiment of Artillery: Anti-Aircraft Artillery 1914–55, London: Royal Artillery Institution/Brassey's, 1994, ISBN 1-85753-099-3
  • Sayer, Brig A. P., Army Radar, London: War Office, 1950.
  • Davies, Ed. "AWACS Origins: Brassboard – Quest for the E-3 Radar". Air Enthusiast. No. 119, September/October 2005. Stamford, Lincs, UK: Key Publishing. hlm. 2–6. ISSN 0143-5450.
  • Gibson, Chris (2011). The Admiralty and AEW: Royal Navy Airborne Early Warning Projects. Blue Envoy Press. ISBN 978-0956195128.
  • Gordon, Yefim; Komissarov, Dmitriy (2010). Soviet/Russian AWACS Aircraft: Tu-126, A-50, An-71, Ka-31. Red Star Vol. 23. Hinckley, England: Midland Publishing. ISBN 978-1857802153.
  • Gordon, Yefim; Davison, Peter (2006). Tupolev Tu-95 Bear. Warbird Tech. Vol. 43. North Branch, Minnesota: Specialty Press. ISBN 978-1-58007-102-4.
  • Hazell, Steve (2000). Fairey Gannet. Warpaint Series No.23. Buckinghamshire, England: Hall Park Books. ISSN 1363-0369.
  • Hurturk, Kivanc N (1998). History of the Boeing 707. Buchair UK. ISBN 0-9666368-0-5.
  • Lake, Jon. "Aircraft of the RAF – Part 10 Sentry AEW.1". Air International. No. Vol 76 No. 2, February 2009. Stamford, UK: Key Publishing. hlm. 44–47. {{cite magazine}}: |issue= memiliki teks tambahan
  • Lloyd, Alwyn T. (1987). Boeing 707 & AWACS. in Detail and Scale. Falbrook, CA: Aero Publishers. ISBN 0-8306-8533-2.
  • Neufeld, Jacob; Watson Jr., George M.; Chenoweth, David (1997). Technology and the Air Force. A Retrospective Assessment. Washington, D.C.: United States Air Force. hlm. 267–287. http://www.dtic.mil/cgi-bin/GetTRDoc?AD=ADA440094&Location=U2&doc=GetTRDoc.pdfDiarsipkan 2012-10-07 di Wayback Machine.
  • Pither, Tony (1998). The Boeing 707 720 and C-135. Air-Britain (Historians). ISBN 0-85130-236-X.
  • Wilson, Stewart (1998). Boeing 707, Douglas DC-8, and Vickers VC-10. Fyshwick, Australia: Aerospace Publications. ISBN 1-875671-36-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Read next

In 45 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article