factograf
ID

Paus Gereja Katolik dari tahun 309 (periode singkat)

Paus Eusebius

Paus Eusebius

Key facts

tanggal kematian310
pekerjaanimam Katolik
tempat lahirSardinia
wafat diSicilia
jabatanPaus
penjelasan oleh sumberKamus Ensiklopedis Brokgauza dan Yefrona
All data from the card 40
Temple name (en)
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Posthumous name (en)
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Kelompok
manusia
Kelahiran
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.190 ↔ 310 Sardinia (Kekaisaran Romawi)
Kematian
310 Sicilia (Kekaisaran Romawi)
Penyebab kematian
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Tempat pemakaman
Katakomba Santo Kalistus
Kelompok etnik
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Ideologi politik
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Agama
Gereja Katolik Roma
Pendidikan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Tangan utama
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Warna mata
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Warna rambut
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Penasihat doktoral
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Spesialisasi
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Pekerjaan
imam Katolik
Periode
Low Roman Empire (en)
Periode aktif
(Floruit: Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.)
Bekerja di
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Partai politik
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Tertarik dengan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Genre
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Aliran
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Murid dari
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Dipengaruhi oleh
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nama pena
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Diwakili oleh
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Gaji pokok
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Total kekayaan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Kesetiaan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Cabang militer
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Pangkat militer
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Komando
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Konflik
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Time in space (en)
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Aktivitas luar kendaraan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
P450
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Ordo keagamaan
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Priestly ordination in the Roman rite (en)
Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.


Paus Eusebius adalah Paus Gereja Katolik ke-31 dalam sejarah Gereja Katolik yang memimpin Tahta Suci selama periode singkat pada tahun 309. Masa jabatannya terjadi di tengah situasi gereja yang penuh dengan ketegangan akibat perpecahan internal yang timbul dari perdebatan mengenai penerimaan kembali umat Kristen yang telah murtad selama masa penganiayaan oleh Kaisar Romawi. Meski masa kepemimpinannya singkat, Paus Eusebius dikenang karena keteguhannya dalam mempertahankan ajaran gereja dan upayanya untuk menyelesaikan perselisihan doktrinal yang melanda umat beriman pada zamannya.

Latar Belakang Kehidupan

Eusebius diyakini lahir di Yunani pada akhir abad ke-3. Sedikit yang diketahui tentang kehidupan awalnya, tetapi sumber-sumber menyebutkan bahwa ia merupakan seorang yang sangat terpelajar dalam Kitab Suci dan ajaran Gereja. Sebelum menjabat sebagai Paus, ia adalah seorang imam yang dikenal atas kebijaksanaannya dalam mengajar dan kesetiaannya kepada iman Kristiani di tengah-tengah masa penganiayaan yang sulit.

Pontifikat

Paus Eusebius diangkat menjadi pemimpin Gereja Roma pada bulan April tahun 309, menggantikan Paus Marselus I yang meninggal setelah mengalami pengasingan akibat kebijakan Kaisar Maxentius yang menentang kekristenan. Namun, pontifikat Eusebius segera dihadapkan pada perpecahan besar dalam tubuh Gereja yang dikenal sebagai kontroversi lapsi.

Kontroversi Lapsi

Kontroversi ini berkaitan dengan status umat Kristen yang telah menyangkali iman mereka (lapsi) selama masa penganiayaan, tetapi kemudian ingin kembali ke pangkuan Gereja. Dua kelompok utama muncul dalam perdebatan ini:

  1. Kelompok Moderat, yang dipimpin oleh Eusebius, berpendapat bahwa lapsi harus diizinkan untuk kembali setelah menjalani penyesalan yang tulus dan disiplin gerejawi.
  2. Kelompok Rigoris, dipimpin oleh seorang tokoh bernama Heraklius, menolak pengampunan bagi lapsi, menganggap mereka tidak layak untuk diterima kembali dalam komunitas umat beriman.

Perselisihan ini menimbulkan kerusuhan di Roma dan menyebabkan pembagian umat, bahkan mengarah pada bentrokan fisik di kalangan jemaat.

Pengasingan dan Akhir Hidup

Kaisar Maxentius, yang khawatir akan stabilitas politik di Roma, menganggap perselisihan ini sebagai ancaman terhadap ketertiban umum. Akibatnya, baik Eusebius maupun Heraklius diasingkan dari kota Roma pada bulan Agustus 309. Eusebius diasingkan ke Sisilia, di mana ia meninggal tidak lama kemudian akibat penderitaan fisik dan tekanan emosional yang ia alami selama pengasingan.

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Roma dan dimakamkan di Katakomba Santo Kalistus di Katakomba Roma, tempat yang sering digunakan untuk pemakaman para martir dan paus pada masa itu. Pada makamnya, terdapat tulisan epitaf yang ditulis oleh Paus Damasus I, yang memuji keteguhan Eusebius dalam mempertahankan kedisiplinan gerejawi.

Peninggalan dan Penghormatan

Paus Eusebius dikenang sebagai seorang gembala yang teguh dalam memelihara kesatuan Gereja di tengah perpecahan. Ia dihormati sebagai seorang martir meskipun tidak wafat secara langsung karena penganiayaan. Gereja Katolik memperingati hari rayanya pada tanggal 17 Agustus.

Ajaran dan Kebijakan

Meskipun masa kepemimpinannya sangat singkat, Eusebius meninggalkan warisan berupa:

  1. Penekanan pada pentingnya disiplin gerejawi dalam memulihkan umat yang telah jatuh dari iman.
  2. Pendekatan pastoral yang penuh belas kasih namun tetap tegas terhadap mereka yang ingin kembali ke Gereja.

Pengaruh dalam Gereja

Keputusan Eusebius untuk mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai menjadi fondasi bagi penyelesaian serupa pada masa-masa mendatang. Gereja Katolik kemudian mengadopsi sikap moderat terhadap lapsi dalam Konsili-konsili berikutnya, mengikuti teladan kebijakan yang dirintis oleh Paus Eusebius.

Kanonisasi dan Relikui

Paus Eusebius secara resmi diakui sebagai santo oleh Gereja Katolik. Relikui suci dari tubuhnya disimpan di beberapa gereja di Roma, termasuk di Basilika Santo Petrus, sebagai tanda penghormatan atas kesetiaannya kepada iman Kristiani.


Didahului oleh:
Marselus IPaus
sekitar 309 - 310Diteruskan oleh:
Miltiades

Referensi

  1. Liber Pontificalis.
  2. Eusebius of Rome: Defender of the Faith.
  3. The Catacombs of St. Callixtus – Historical Records.


Read next

In 71 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article