factograf
ID

Oktavo

Oktavo

Oktavo (berasal dari bahasa Latin yang berarti "dalam seperdelapan" atau "untuk kedelapan kalinya", disingkat 8vo, 8º, atau In-8) adalah istilah teknis yang menggambarkan format sebuah buku, mengacu pada ukuran lembar yang dihasilkan dari pelipatan selembar kertas utuh (plano) yang memuat cetakan beberapa halaman teks untuk membentuk bagian-bagian terpisah (atau kuras) dari sebuah buku. Sebuah buku berformat oktavo berupa buku atau pamflet yang tersusun dari satu atau beberapa lembar kertas utuh (misalnya kertas ukuran A2) yang dicetak dengan 16 halaman teks, yang kemudian dilipat tiga kali untuk menghasilkan delapan lembar. Dengan demikian, setiap lembar pada buku oktavo berukuran seperdelapan dari ukuran lembaran kertas aslinya. Format buku umum lainnya mencakup folio dan kuarto. Istilah oktavo juga digunakan sebagai gambaran umum untuk ukuran buku yang tingginya berkisar antara 8 hingga 10 inci (200 hingga 250 milimeter) (hampir setara dengan kertas A4), dan dalam konteks tersebut tidak serta-merta menunjukkan format pencetakan buku yang sebenarnya, yang bahkan mungkin tidak diketahui sebagaimana pada kebanyakan buku modern. Istilah-istilah ini dibahas secara lebih terperinci dalam Ukuran buku.

Format

Buku berformat oktavo adalah buku atau pamflet yang terdiri dari satu atau lebih lembar kertas utuh yang dicetak dengan 16 halaman teks, lalu dilipat tiga kali hingga menghasilkan delapan lembar. Dengan demikian, setiap lembar buku oktavo mewakili seperdelapan dari ukuran lembaran utuh aslinya.

Terdapat banyak variasi dalam cara buku oktavo diproduksi. Sebagai contoh, ahli bibliografi menyebut buku yang dicetak dalam format oktavo (delapan lembar per lembar plano utuh), tetapi dijilid ke dalam kuras yang masing-masing hanya memuat 4 lembar, sebagai "oktavo dalam 4 lembar" (octavo in 4s).

Ukuran sebenarnya dari buku oktavo bergantung pada ukuran lembaran kertas utuh tempat buku tersebut dicetak. Ukuran lembaran kertas semacam ini bervariasi di berbagai daerah dan kurun waktu. Sebuah buku oktavo abad ke-16 yang dicetak di Prancis atau Italia berukuran kira-kira sebesar buku saku murah modern, sedangkan buku oktavo abad ke-18 yang dicetak di Inggris berukuran lebih besar, kurang lebih sebesar novel bersampul tebal modern.

Alkitab Gutenberg dicetak sebagai folio sekitar tahun 1455, tempat empat halaman teks dicetak pada setiap lembar kertas plano, yang kemudian dilipat sekali. Sejumlah pasang lembar bersambung (conjugate leaves) terlipat semacam ini disisipkan satu sama lain untuk menghasilkan bagian atau kuras, yang kemudian dijahit menjadi satu untuk membentuk buku akhir.

Sejarah

Buku berformat oktavo tertua yang masih bertahan hingga kini tampaknya adalah apa yang disebut sebagai "kalender Turki" untuk tahun 1455, yang diperkirakan dicetak pada akhir tahun 1454, kira-kira pada kurun waktu yang sama dengan Alkitab Gutenberg. Sejumlah besar buku oktavo lainnya yang masih ada mulai bermunculan sekitar tahun 1461. Incunabula Short Title Catalogue milik British Library saat ini mencatat sekitar 28.100 edisi berbeda dari buku, pamflet, dan selebaran selembar terbitan sebelum tahun 1501 yang masih lestari (sebagian hanya berupa fragmen), dengan sekitar 2.850 di antaranya merupakan oktavo, atau mewakili 10 persen dari keseluruhan karya di dalam katalog tersebut.

Johann Froben adalah orang pertama yang mencetak Alkitab dalam format oktavo lengkap dengan ilustrasi pada tahun 1491; edisinya ini dikenal sebagai "Alkitab kaum miskin" (Poor man's Bible) karena harganya yang terjangkau. Mulai tahun 1501, Aldus Manutius dari Venesia mulai mencetak karya-karya klasik dalam format oktavo kecil yang mudah dibawa bepergian. Edisi-edisi ini hanya memuat naskah karya aslinya tanpa komentar maupun catatan penjelas, serta menjadi sangat populer di kalangan pembaca terpelajar. Alhasil, nama Aldus menjadi lekat dengan format oktavo.

Ukuran

Mulai pertengahan abad ke-19, kemajuan teknologi memungkinkan pembuatan lembaran besar atau gulungan kertas tempat buku dicetak dengan memuat banyak halaman teks sekaligus. Akibatnya, format fisik sebenarnya (yaitu jumlah lembar yang dihasilkan dari setiap lembar plano yang dimasukkan ke dalam mesin cetak) terkadang mustahil untuk dipastikan. Istilah "oktavo" yang digunakan pada buku-buku modern tersebut umumnya hanya mengacu pada dimensi ukuran bukunya. Penggunaan istilah "oktavo" dalam konteks ini merujuk pada buku yang umumnya memiliki tinggi antara 8 dan 10 inci (200 dan 250 mm), yang merupakan ukuran paling lazim untuk buku bersampul tebal modern. Ukuran-ukuran yang lebih spesifik ditunjukkan dengan mengacu pada standar ukuran kertas tertentu sebagai berikut:

  • Foolscap octavo, 6+3⁄4 in × 4+1⁄4 in (170 mm × 110 mm)
  • Crown octavo, 7+1⁄2 in × 5 in (190 mm × 130 mm)
  • Demy octavo, 8+3⁄4 in × 5+5⁄8 in (220 mm × 140 mm)
  • Globe octavo, ? × ?
  • Royal octavo, 10 in × 6+1⁄4 in (250 mm × 160 mm)

Pranala luar

Read next

In 19 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article