factograf
ID
Sign in

Markus 15

Markus 15
All data from the card 4
Kitab
Injil Markus
Kategori
Injil
Bagian Alkitab Kristen
Perjanjian Baru
Urutan dalamKitab Kristen
2

Markus 15 (disingkat Mrk 15 atau Mr 15) adalah pasal kelima belas dari Injil Markus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yang diyakini ditulis menurut catatan Markus berdasarkan kesaksian Simon Petrus, salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.

Teks

Struktur

Markus 15:36–37, 40-41 dalam bahasa Yunani dan bahasa Koptik (diglot) pada Uncial 0184 (abad ke-6).
Markus 15:36–37, 40-41 dalam bahasa Yunani dan bahasa Koptik (diglot) pada Uncial 0184 (abad ke-6).

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

  • Markus 15:1–15 = Yesus di hadapan Pilatus (Matius 27:1–2,11–26; Lukas 23:1–5,13–25; Yoh 18:28–19:16)
  • Markus 15:16–20 = Yesus diolok-olokkan (Matius 27:27–31; Yohanes 19:2–3)
  • Markus 15:20–32 = Yesus disalibkan (Matius 27:32–44; Lukas 23:26,33–43; Yohanes 19:17–24)
  • Markus 15:33–41 = Yesus mati (Matius 27:45–56; Lukas 23:44–49; Yohanes 19:28–30)
  • Markus 15:42–47 = Yesus dikuburkan (Matius 27:57–61; Lukas 23:50–56; Yohanes 19:38–42)

Ayat 21

Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. (TB)

Nama "Simon dari Kirene" sebagai orang yang membantu Yesus Kristus memikul salib-Nya disebut dengan jelas di ketiga Injil Sinoptik (yang lain: Injil Matius dan Injil Lukas), tetapi hanya Injil Markus yang memberi keterangan bahwa Simon ini adalah "ayah Aleksander dan Rufus" yang rupanya dikenal oleh pembaca Injil Markus (diyakini mulanya ditujukan kepada orang Kristen di kota Roma). Menarik untuk diketahui bahwa Rasul Paulus memberikan salam kepada "Rufus" dalam suratnya kepada jemaat di Roma (Roma 16:13).

Ayat 23

Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. (TB)

Orang Kristen percaya bahwa ayat ini merupakan penggenapan dari nubuat mesianik yang tertulis pada Mazmur 69:22.

Ayat 34

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (TB)

Inilah tahap kesembilan dari penderitaan Kristus. Kata-kata ini merupakan puncak dari segala penderitaan-Nya bagi dunia yang terhilang. Seruan-Nya dalam bahasa Aram, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" menunjukkan bahwa Dia sedang mengalami pemisahan dari Allah sebagai pengganti orang berdosa. Pada tahap ini semua kesedihan, penderitaan, dan rasa sakit mencapai puncaknya. Ia tertikam oleh karena pemberontakan manusia (Yesaya 53:5) dan Ia telah memberikan diri-Nya sebagai "tebusan bagi banyak orang" (Matius 20:28; 1 Timotius 2:6). Dia yang tidak mengenal dosa "telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita" (2 Korintus 5:21); Dia mati sebagai yang ditinggalkan, agar orang beriman tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Nya (lihat Mazmur 22:1–32). Demikianlah orang beriman ditebus oleh penderitaan Kristus (1 Petrus 1:19).(Lihat Matius 27:50 untuk tahap yang kesepuluh dari penderitaan Kristus).

Ayat 39

Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (TB)

Ayat 40

Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. (TB)

Ayat 47

Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan. (TB)

Lihat pula

Read next

In 7 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article