factograf
ID

studi tentang asal usul, dan terkadang perkembangan dari alam semesta

Kosmogoni

Kosmogoni
Teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta awalnya berkembang dari materi berkepadatan tinggi atau tak terbatas, merupakan teori mengenai asal-usul alam semesta yang diterima secara luas oleh fisikawan.
Teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta awalnya berkembang dari materi berkepadatan tinggi atau tak terbatas, merupakan teori mengenai asal-usul alam semesta yang diterima secara luas oleh fisikawan.

Kosmogoni adalah cabang astrofisika yang mempelajari asal dan struktur alam semesta secara luas (berlawanan dengan penelitian asal benda langit secara khusus). Dengan demikian, kosmogoni adalah catatan bagaimana alam semesta terbentuk; dan oleh karena itu, cerita penciptaan dalam Kitab Kejadian adalah suatu kosmogoni, dan ada banyak yang lain, baik ilmiah maupun mitologis.

Dalam astronomi, kosmogoni mengacu pada studi tentang asal-usul objek atau sistem astrofisika tertentu, dan paling sering digunakan untuk merujuk pada asal-usul alam semesta, Tata Surya, atau sistem Bumi-Bulan. Model kosmologis umum dari perkembangan awal alam semesta adalah teori Ledakan Dahsyat. Dalam mitologi, mitos penciptaan atau mitos kosmogonik adalah kisah yang menggambarkan asal-usul alam semesta atau kosmos.

Dalam mitologi

Representasi alam semesta menurut agama dan kosmogoni Serer
Representasi alam semesta menurut agama dan kosmogoni Serer

Dalam ranah mitologi, mitos penciptaan—atau mitos kosmogoni—adalah kisah yang mengisahkan awal mula alam semesta atau kosmos.

Beragam cara penciptaan alam semesta yang muncul dalam mitos antara lain:

melalui proses metamorfosis,

Mitos penciptaan kerap bersifat etiologis, berupaya menjelaskan asal-usul semesta. Misalnya, Eridu Genesis—mitos penciptaan tertua yang dikenal—memuat kisah tentang terciptanya dunia dari samudra purba (Abzu).

Walau berbeda-beda, mitos penciptaan kerap menampilkan dewa atau simbol yang serupa. Sebagai contoh, penguasa para dewa dalam mitologi Yunani, Zeus, memiliki kemiripan dengan penguasa para dewa dalam mitologi Romawi, yakni Yupiter. Demikian pula, dalam mitologi Tagalog, penguasa para dewa dikenal dengan nama Bathala, yang serupa dengan penguasa berbagai panteon dalam mitologi Filipina, seperti Kaptan dari tradisi Bisaya.

Pranala luar

  • Media terkait Cosmogony di Wikimedia Commons


Read next

In 71 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article