factograf
ID
Sign in

film tahun 2019 karya Destin Daniel Cretton

Just Mercy

Just Mercy

Key facts

tanggal terbit17 Februari 2020
adalahfilm
sutradaraDestin Daniel Cretton
genreFilm biografi
All data from the card 16
Sutradara
Destin Daniel Cretton
Produser
Gil Netter Asher Goldstein Michael B. Jordan
Ditulis oleh
Destin Daniel Cretton Andrew Lanham
Berdasarkan
Just Mercy: A Story of Justice and Redemption (2014)oleh Bryan Stevenson
Pemeran
Michael B. Jordan Jamie Foxx Rob Morgan Tim Blake Nelson Rafe Spall Brie Larson
Penata musik
Joel P. West
Sinematografer
Brett Pawlak
Editor
Nat Sanders
Perusahaan produksi
Endeavor Content One Community Participant Media Macro Media Gil Netter Productions Outlier Society
Distributor
Warner Bros. Pictures
Tanggal rilis
6 September 2019 (TIFF) 25 Desember 2019 (Amerika Serikat)
Durasi
136 menit
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Anggaran
$25 juta
Pendapatan kotor
$50.3 juta


Just Mercy adalah sebuah film drama hukum Amerika Serikat tahun 2019 garapan Destin Daniel Cretton, yang dibintangi oleh Michael B. Jordan, Jamie Foxx, Rob Morgan, Tim Blake Nelson, Rafe Spall, dan Brie Larson. Film ini merupakan kisah biografi dari tokoh pengacara kulit hitam asal Amerika, Bryan Stevenson, berdasarkan memoar berjudul sama yang ditulis oleh Stevenson pada tahun 2014. Film ini secara spesifik mengisahkan kisahnya saat menangani persidangan Walter McMillian, yang secara keliru dituduh atas pembunuhan seorang perempuan muda di Amerika Serikat bagian selatan.

Just Mercy tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 6 September 2019, dan dirilis di bioskop oleh Warner Bros. Pictures pada 25 Desember 2019. Film ini mendapat ulasan positif dari para kritikus dan meraup pendapatan sebesar 50 juta dolar AS. Foxx dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Pria Terbaik pada Penghargaan Screen Actors Guild ke-26. Baik ia maupun Michael B. Jordan memenangkan Penghargaan NAACP Image atas peran mereka masing-masing.

Alur cerita

Pada tahun 1989, lulusan hukum Harvard Bryan Stevenson pergi ke Alabama dengan tujuan membantu membela orang miskin yang tidak mampu mendapatkan perwakilan hukum yang layak. Bersama Eva Ansley, ia mendirikan Equal Justice Initiative di ibu kota negara bagian, Montgomery. Stevenson berupaya melawan ketidakadilan sosial dalam hukum pidana dan praktiknya, yang telah menyebabkan tingginya angka warga Afrika-Amerika yang dihukum dan dipenjara di negara bagian tersebut maupun secara nasional.

Stevenson mengunjungi penjara negara bagian untuk bertemu narapidana yang berada di sel hukuman mati dan mengajukan banding atas vonis atau hukuman mereka. Salah satunya adalah Walter "Johnny D." McMillian, seorang pria Afrika-Amerika yang dihukum atas pembunuhan Ronda Morrison pada tahun 1986, seorang gadis kulit putih berusia 18 tahun. McMillian awalnya menolak Stevenson karena tidak percaya bahwa ada orang yang akan benar-benar bisa membantu kasusnya. Stevenson kemudian mengunjungi keluarganya dan mengungkap bahwa dia bekerja pro-bono sehingga meyakinkan mereka bahwa dia bukanlah seperti pengacara sebelumnya yang tidak benar-benar serius membela kliennya. Stevenson kembali mengunjungi McMillian dan dia setuju untuk persidangan ulang.

Saat meninjau bukti kasus, Stevenson mengetahui bahwa dakwaan sepenuhnya bergantung pada kesaksian narapidana Ralph Myers. Kesaksian tersebut meringankan hukuman Myers tapi penuh dengan keganjilan dan kontradiksi. Stevenson kemudian mengetahui bahwa pada waktu pembunuhan terjadi, teman keluarga McMillian, Darnell Houston, berada di tempat lain bersama seorang saksi yang kemudian secara keliru menguatkan kesaksian Myers. Bukti ini berpotensi meruntuhkan seluruh dugaan yang terjadi, sehingga Stevenson meminta Houston bersaksi. Namun setelah kesaksiannya diajukan, polisi tiba-tiba menangkap Houston dengan tuduhan sumpah palsu. Houston dibebaskan Stevenson, tetapi Houston merasa terintimidasi sehingga menolak bersaksi di pengadilan. Dalam perjalanan pulang, Stevenson juga diintimidasi oleh dua orang polisi dengan ditodong senjata.

Pada periode ini, Stevenson juga menangani kasus banding ke Mahkamah Agung Amerika Serikat atas narapidana hukuman mati lain yang menjadi teman McMillian selama di penjara, Herbert Lee Richardson. Banding tersebut ditolak. Richardson dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik karena membunuh keponakan mantan pacarnya menggunakan bom di beranda rumah. Stevenson tidak berhasil membatalkan hukuman, tetapi ia berjanji menemani Richardson hingga akhir hayatnya dan menyaksikan eksekusi tersebut.

Dalam kasus McMillian, Stevenson langsung menemui Myers. Myers mengakui bahwa polisi memaksanya memberikan kesaksian palsu pada hari McMillian ditangkap. Stevenson mengajukan permohonan ke pengadilan lokal agar McMillian mendapat sidang ulang dan berhasil meyakinkan Myers untuk mencabut kesaksiannya di persidangan. Dalam persidangan, Myers mengatakan bahwa kesaksian sebelumnya adalah tidak benar. Namun, hakim tetap menolak permohonan tersebut karena menanggap kesaksian sebelumnya tidak dianggap sebagai sumpah palsu.

Stevenson tampil dalam acara 60 Minutes untuk menggalang dukungan publik bagi McMillian, lalu mengajukan banding ke Mahkamah Agung Alabama. Mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan sirkuit dan memerintahkan sidang ulang bagi McMillian. Stevenson berupaya agar dakwaan dibatalkan sepenuhnya. Ia mendatangi Chapman di rumah untuk meyakinkannya bergabung dalam permohonan tersebut, tetapi Chapman menolak dan mengusirnya.

Pada hari sidang, Stevenson kembali mengajukan permohonan kepada hakim. Hari itu, Chapman akhirnya bergabung dalam permohonan, hakim membatalkan dakwaan, dan McMillian dibebaskan dari penjara serta dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Epilog mencatat bahwa Stevenson dan Ansley terus melanjutkan perjuangan mereka demi keadilan. McMillian tetap bersahabat dengan Stevenson hingga meninggal secara alami pada 2013. Penyelidikan lanjutan atas pembunuhan Morrison tahun 1986 menegaskan bahwa McMillian tidak bersalah. Bukti menunjukkan kemungkinan pelaku adalah seorang pria kulit putih, tetapi kasus tersebut tidak pernah resmi terpecahkan. Mantan teman satu sel McMillian, Anthony Ray Hinton, mendekam di sel hukuman mati selama 28 tahun. Stevenson menangani pembelaannya dan akhirnya berhasil membatalkan seluruh dakwaan. Hinton dibebaskan pada 2015.

Pemeran

Produksi

Pengembangan film dimulai pada 2015, ketika Broad Green Pictures menunjuk Destin Daniel Cretton sebagai sutradara, dengan Michael B. Jordan ditetapkan sebagai pemeran utama. Pada Desember 2017, Warner Bros. memperoleh hak distribusi film ini setelah Broad Green Pictures mengalami kebangkrutan.

Pada Juli 2018, Jamie Foxx bergabung sebagai pemeran pendukung. Pada Agustus 2018, Brie Larson, O'Shea Jackson Jr., dan Tim Blake Nelson juga bergabung dalam jajaran pemeran, dan pengambilan gambar dimulai di Montgomery, Alabama pada 30 Agustus.

Pengambilan gambar di Atlanta, Georgia dimulai pada September. Pada Oktober 2018, aktor Dominic Bogart, Hayes Mercure, dan Karan Kendrick juga ditambahkan.

Perilisan

Film ini tayang perdana dunia di Festival Film Internasional Toronto pada 6 September 2019. Film ini mendapat rilis terbatas pada 25 Desember 2019 untuk memenuhi syarat penghargaan. Awalnya dijadwalkan untuk rilis luas pada 17 Januari 2020, distribusi luas film ini dimajukan menjadi 10 Januari 2020, dengan penayangan di 2.375 bioskop. Sebagai respons atas pembunuhan George Floyd, Warner Bros. Pictures membuat film ini dapat ditonton gratis di berbagai platform streaming selama Juni 2020 untuk mendidik masyarakat tentang rasisme sistemik.

Pada 19 Juni 2020, TBS, TNT, dan truTV menayangkan film ini bersama film pahlawan super tahun 2018 Black Panther, yang juga dibintangi Jordan, untuk mendukung keadilan sosial dalam perayaan Juneteenth. Siaran tersebut dipandu oleh Anthony Anderson dan menampilkan wawancara dengan Bryan Stevenson, serta Senator Amerika Serikat Kamala Harris dan komedian sekaligus pembawa acara televisi W. Kamau Bell.

Penerimaan

Tanggapan kritikus

Situs pengumpul ulasan Rotten Tomatoes melaporkan tingkat persetujuan 85% berdasarkan 306 ulasan, dengan rata-rata penilaian 7.1/10. Konsensus kritikus di situs tersebut berbunyi: "Just Mercy mendramatisasi sebuah ketidakadilan nyata dengan penampilan yang solid, arahan yang mantap, dan urgensi yang cukup untuk mengatasi tingkat tertentu dari advokasi yang tulus." Di Metacritic, film ini memperoleh skor rata-rata tertimbang 68 dari 100 berdasarkan 50 ulasan kritikus, yang menunjukkan ulasan "umumnya positif". Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan nilai rata-rata langka "A+" pada skala A+ hingga F, dan PostTrak melaporkan film ini mendapat rata-rata 4,5 dari 5 bintang, dengan 73% responden mengatakan mereka pasti akan merekomendasikannya.

Box office

Just Mercy meraup pendapatan sebesar 36 juta dolar AS di Amerika Serikat dan Kanada, serta 14,4 juta dolar AS di wilayah lain, sehingga total pendapatan global mencapai 50,4 juta dolar AS.

Pada hari pertama rilis terbatas, film ini menghasilkan 81.072 dolar AS dari empat bioskop. Just Mercy meraup 105.000 dolar AS pada akhir pekan pembukaannya, 27–29 Desember, dengan total lima hari sebesar 228.072 dolar AS. Film ini meraup 425.862 dolar AS selama 15 hari rilis terbatas. Pada hari pertama rilis luas, film ini menghasilkan 3,7 juta dolar AS, termasuk 800.000 dolar AS dari penayangan perdana Kamis malam. Total pendapatan akhir pekan mencapai 10 juta dolar AS, menempatkannya di posisi keempat box office. Just Mercy meraup 5,8 juta dolar AS pada akhir pekan kedua rilis luas, dan 7,5 juta dolar AS selama libur empat hari Hari Martin Luther King Jr., menempati posisi ketujuh.

Pranala luar

  • Situs web resmi
  • Just Mercy di IMDb (dalam bahasa Inggris)

Read next

In 25 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article