factograf
ID

komposer asal Indonesia

Idris Sardi

Idris Sardi

Key facts

tanggal lahir7 Juni 1938
tanggal kematian28 April 2014
pekerjaanpenggubah lagu, pemusik
tempat lahirJakarta
wafat diCibubur
All data from the card 10
Lahir
Muhammad Idris Sardi7 Juni 1938Batavia, Hindia Belanda
Meninggal
28 April 2014 (umur 75)Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia
Pekerjaan
Komposerviolinis
Pasangan menikah
Zerlita (bercerai) Marini Soerjosoemarno (bercerai) Ratih Putri ​(m. 1998)​
Anak
Santi Sardi Lukman Ajeng Triani Sardi
Orang tua
Sardi (ayah)Hadidjah (ibu)
Penghargaan
Bintang Budaya Parama Dharma
Instrumen
Biola
Dinas/cabang
TNI Angkatan Darat
Pangkat
Letnan Kolonel Caj (Tit.)

Muhammad Idris Sardi (7 Juni 1938 – 28 April 2014) adalah seorang pemain biola berkebangsaan Indonesia. Ia adalah anak dari pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta, Sardi. Sementara ibunya Hadidjah merupakan aktris Indonesia pada era 1940-an hingga 1970-an. Idris Sardi juga mendapat kepercayaan dari Presiden Soeharto dan TNI AD untuk memimpin Satuan Musik Militer (Satsikmil) karena dianggap mampu memberikan inovasi dunia permusikan TNI AD.

Pendidikan dan karier

Idris Sadri telah mempelajari biola sejak usia belia. Pada usia delapan tahun, ia diajari oleh Nicolai Vorfolomeyeff bermain biola. Saat menginjak kelas III di Sekolah Dasar, Idris juga diterima sebagai mahasiswa luar biasa di Akademi Musik Indonesia (AMI), Yogyakarta. Pada umur sepuluh tahun ia tampil di konser AMI yang dilaksanakan pada tahun 1949 di Gedung Negara, Yogyakarta.

Tahun 1952 Sekolah Musik Indonesia (SMIND) dibuka, dengan persyaratan menerima lulusan SMP atau yang sederajat. Pada tahun 1952, Idris Sardi baru berusia 14 tahun, sehingga ia belum lulus SMP, tetapi karena permainannya yang luar biasa ia bisa diterima sebagai siswa SMIND tersebut. Bersama temannya yang juga pemain biola, Suyono (almarhum) tetapi bukan anak ajaib, yang lebih tua 2 tahun merupakan dua orang siswa SMIND yang berbakat sekali. Pada orkes slswa SMIND pimpinan Nicolai Varvolomejeff, tahun 1952 Indris yang masih memakai celana pendek dalam seharian duduk sebagai concert master pada usia 14 tahun, duduk bersanding dengan Suyono. Rata-rata siswa SMIND berusia di atas 16 tahun.

Guru biola Idris waktu di Yogyakarta (1952-1954) adalah George Setet, sedangkan pada waktu di Jakarta (setelah 1954) adalah Henri Tordasi. Kedua guru orang Hungaria ini telah mendidik banyak pemain biola di Indonesia (orang Hungaria adalah pemain biola unggul).

Ketika M. Sardi meninggal pada1953, Idris dalam usia 16 tahun harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri.

Pada tahun 60-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias.

Idris Sardi merupakan ayah dari pemeran Indonesia, Lukman Sardi dari pernikahannya dengan Zerlita. Setelah perceraiannya dengan Marini, Perkawinannya yang ketiga adalah dengan Ratih Putri.

Idris sempat menggelar konser bertajuk Persembahan Idris Sardi di tahun 2003.

Pengaruh dan warisan

Dedikasi dan sumbangsih Idris Sardi bagi perfilman Indonesia, khususnya dalam tata musik untuk film, tak perlu diragukan lagi. Semenjak maestro biola tersebut dipercaya menjadi penata musik oleh sutradara Misbach Jusa Biran di film pertamanya, Pesta Musik La Bana pada 1960 hingga perfilman nasional mati suri pada 1992, ia sudah membuat musik di 182 film, atau rata-rata lima film dalam setahun. Padahal ia juga sangat aktif di berbagai kegiatan musik dan orkestrasi sampai ke luar negeri.

Bukan hanya dedikasi yang luar biasa, prestasi Idris Sardi juga sangat mengagumkan. 19 kali masuk nominasi Festival Film Indonesia, sepuluh di antaranya memenangkan Piala Citra, menjadi rekor terbanyak yang mungkin sulit ditandingi sampai kapan pun.

Penghargaan dan nominasi

Penghargaan Tahun Kategori Karya yang dinominasikan Hasil Ref
Festival Film Indonesia 1967 Penata Musik Terbaik Petir Sepandjang Malam Menang
Festival Film Asia 1970 Bernapas Dalam Lumpur
Festival Film Indonesia 1973 Perkawinan Menang
1974 Cinta Pertama Menang
1975 Senyum Di Pagi Bulan Desember
1977 Sesuatu yang Indah Menang
1979 Pengemis dan Tukang Becak Nominasi
1980 Anna Maria Nominasi
1981 Para Perintis Kemerdekaan Nominasi
1982 Sekuntum Mawar Putih Nominasi
1984 Budak Nafsu Menang
1985 Doea Tanda Mata Menang
1986 Ibunda Menang
Arie Hanggara Nominasi
1987 Penyesalan Seumur Hidup Nominasi
1988 Tjoet Nja' Dhien Menang
1989 Noesa Penida Menang
Pacar Ketinggalan Kereta Nominasi
1991 Potret Nominasi
Soerabaia 45 Nominasi
1992 Kuberikan Segalanya Menang
Anugerah Musik Indonesia 2014 Lifetime Achievement Award Penerima

Kematian

Idris Sardi meninggal dunia pada tanggal 28 April 2014 pukul 07.25 WIB di Rumah Sakit Meilia, Cibubur dalam usia 75 tahun menjelang usia 76 tahun. Idris Sardi menderita sakit pada lambung dan liver sejak Desember 2013. Sebelumnya Idris Sardi mengalami kondisi kritis sempat mendapat perawatan di RS Meilia, Cibubur.

Pranala luar

  • (Indonesia) Profil di tokohindonesia.com Diarsipkan 2006-11-21 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Liputan 6
  • (Indonesia) Wow Keren
  • (Indonesia) Republika
  • (Indonesia) Tempo.co Diarsipkan 2014-05-02 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Obituary: Renowned violinist Idris Sardi dies at 75 The Jakarta Post

Read next

In 9 languages

Text from Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Source article