Bāli Jātrā (bahasa Oriya: ବାଲିଯାତ୍ରା, har. 'Berlayar ke Bali' pelafalan dalam bahasa Odia:), adalah bagian utama dari rangkaian festival Boita Bandana yang diadakan di Cuttack, Odisha, India. Perayaan ini dianggap sebagai salah satu pameran dagang terbuka terbesar di Asia. Festival ini diadakan di kota Cuttack, tepatnya di Gadagadia Ghata di Sungai Mahanadi, untuk menandai hari ketika para Sadhaba kuno (pelaut Odia) berlayar ke negeri-negeri yang jauh hingga ke Bali, Jawa, Sumatra, Kalimantan (semuanya di Nusantara), dan Sri Lanka untuk tujuan perdagangan dan ekspansi budaya. Dalam peringatannya, festival ini dirayakan setiap tahun mulai dari hari Kartika Purnima (hari bulan purnama di bulan Kartika) hingga Prathamastami (hari kedelapan Margasira Krushna) menurut kalender Odia.
Perdana Menteri Narendra Modi turut menceritakan kemeriahan Bali Jatra dalam pidatonya di KTT G20 di Bali.
Pada tahun 2022, Bali Jatra mencetak rekor dunia dalam Guinness Book of World Records pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Cuttack di bawah kepemimpinan Wali Kota Subhash Singh dan Komisaris Pawan Kalyan.
Lebih dari 2.100 siswa dari 22 sekolah membuat lebih dari 22.000 perahu kertas dalam 35 menit, menciptakan rekor dunia.
Selain Bali Jatra di Cuttack, festival Bali Jatra juga digelar juga diadakan di berbagai kota di Odisha. Beberapa yang terkenal adalah Kalinga Bali Jatra yang diadakan di Paradeep, Chelitola Bali Jatra di Tirtol. Bali Jatra yang menonjol setelah Cuttack adalah Kalinga Bali Jatra yang diadakan di Paradeep sejak tahun 1992. Acara ini diresmikan oleh Kepala Menteri saat itu, Biju Patnaik, dengan pelepasan keberangkatan kapal layar INSV Samudra menuju Pelabuhan Benoa di Denpasar pada tahun 1993. Kalinga Bali Jatra merupakan upaya untuk menciptakan kembali dan menghidupkan kembali warisan hubungan sejarah dan budaya kedua wilayah yang dihubungkan oleh perdagangan maritim.