Viet Cong (VC) adalah julukan dan istilah umum untuk merujuk pada gerakan bersenjata yang dipimpin komunis dan organisasi front persatuan di Vietnam Selatan. Pada tahun 1960, gerakan ini secara resmi diorganisir sebagai Front Pembebasan Nasional Vietnam Selatan, dan melakukan operasi militer dengan nama Tentara Pembebasan Vietnam Selatan (LASV). Gerakan ini berjuang di bawah arahan Vietnam Utara melawan pemerintah Vietnam Selatan dan Amerika Serikat selama Perang Vietnam. Organisasi ini memiliki unit gerilya dan tentara reguler, serta jaringan kader yang mengorganisir dan memobilisasi petani di wilayah yang dikuasai VC. Selama perang, pejuang komunis dan beberapa aktivis anti-perang mengklaim bahwa VC adalah pemberontakan asli Selatan yang mewakili hak-hak sah rakyat di Vietnam Selatan, sementara pemerintah AS dan Vietnam Selatan menggambarkan kelompok tersebut sebagai alat Vietnam Utara. Kemudian diakui oleh kepemimpinan komunis Vietnam bahwa gerakan tersebut sebenarnya berada di bawah kepemimpinan politik dan militer Vietnam Utara, yang bertujuan untuk menyatukan Vietnam di bawah pemerintahan komunis.
Vietnam Utara mendirikan Front Pembebasan Nasional (NLF) pada 20 Desember 1960, di desa Tân Lập di Provinsi Tây Ninh untuk memicu pemberontakan di Selatan. Banyak anggota inti VC adalah sukarelawan "regroupee", Viet Minh selatan yang telah menetap di Utara setelah Perjanjian Jenewa (1954). Hanoi memberikan pelatihan militer kepada para regroupee dan mengirim mereka kembali ke Selatan melalui jalur Ho Chi Minh pada akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an. VC menyerukan penyatuan Vietnam dan penggulingan pemerintah Vietnam Selatan yang didukung Amerika. Aksi VC yang paling terkenal adalah Serangan Tet, serangan terhadap lebih dari 100 kota dan desa di Vietnam Selatan pada tahun 1968, termasuk serangan terhadap kedutaan besar AS di Saigon. Serangan tersebut menarik perhatian media dunia selama berminggu-minggu, tetapi juga membuat VC terlalu memaksakan diri. Serangan-serangan komunis selanjutnya sebagian besar dilakukan oleh Vietnam Utara. Organisasi ini secara resmi bergabung dengan Front Tanah Air Vietnam pada tanggal 4 Februari 1977, setelah Vietnam Utara dan Selatan secara resmi disatukan di bawah pemerintahan komunis.
Organisasi
FPN resminya independen dari angkatan bersenjata yang Vietnam Utara dan, sebagai organisasi "front", tidak semua anggota FPN komunis. Namun, ketika peperangan melawan Amerika meningkat, para personel Vietnam Utara semakin membentuk staf militer dan satuan-satuan perwira FPN sementara pada saat yang sama juga secara langsung mengirim pasukan-pasukan mereka sendiri. Sejarah resmi Tentara Rakyat Vietnam (TRV) menyebut FPN sebagi "bagian dari Tentara Pembebasan Rakyat". Sejak awal, para kader komunis pun merupakan lapisan pengambil keputusan dari organisasi ini.
Tentara AS dan pemerintah Vietnam Selatan biasanya menyebut musuh-musuh gerilya mereka sebagai "Viet Cong".
Dalam taktik klasik peperangan partisan FPN bertujuan untuk membentuk "wilayah-wilayah yang dibebaskan" di lingkungan Vietnam Selatan, tetapi tanggapan AS/Angkatan Bersenjata Vietnam Selatan - dengan satuan-satuan yang besar dan taktik perang konvensional - tidak pernah mampu mengatasi infrastruktur gerilya di desa-desa.
Pada 1969, FPN membentuk sebuah pemerintahan sementara Republik Vietnam Selatan yang berkuasa untuk sementara waktu setelah jatuhnya Saigon pada 1975 dan sebelum penyatuan kembali negara itu di bawah pimpinan Partai Komunis Vietnam sebagai Republik Sosialis Vietnam pada 1976. Non-komunis dilarang ikut serta di dalam pemerintahan sementara itu. "Menteri Kehakiman" FPN Truong Nhuu Tang menggambarkan bagaimana kader-kader utara mengambil alih pekerjaan di departemennya dalam waktu beberapa hari saja setelah jatuhnya Vietnam Selatan.
Setelah Serangan Tet
Pada saat perayaan Tet pada 1968, Viet Cong melanggar gencatan senjata AS dan menyerang titik-titik di seluruh negeri. Kedutaan besar AS di Saigon jatuh, dan sepintas tampaknya Viet Cong dapat menyerang di mana saja tanpa bisa dibalas. Namun Serangan Tet itu segera dikalahkan dan Viet Cong gagal mencapai tujuan-tujuan strategis mereka ataupun mempertahankan kemenangan mereka.
Namun, gambaran umum di kalangan masyarakat Barat tentang Serangan Tet ini adalah bahwa AS telah gagal total - raksasa militer telah dipermalukan oleh Viet Cong. Serangan Tet telah menjadi kup yang menciptakan citra positif Viet Cong. Media Barat melihatnya sebagai titik balik, dan sejak saat itu dukungan publik AS terhadap perang ini berbalik menjadi lebih buruk.
Lihat pula
- Nguyen Van Lem - perwira Viet Kong yang dieksekusi pada Serangan Tet dan fotonya menjadi monumen kekejaman perang.
- Nguyen Ngoc Loan - Kepala kepolisian nasional Vietnam Selatan yang mengeksekusi Nguyen Van Lem.
- Program Fenix
- Vietcong (permainan)
Bacaan lebih lanjut
- Truong Nhu Tang. 1985. "A Viet Cong Memoir". Random House. ISBN 0-394-74309-1. (See Chapter 7 on the forming of the NLF, and chapter 21 on the communist take-over in 1975.)
- Frances Fitzgerald. 1972. Fire in the Lake: The Vietnamese and the Americans in Vietnam. Boston: Little, Brown and Company. ISBN 0-316-28423-8. (See the description in Chapter 4. 'The National Liberation Front'.)
- Douglas Valentine. 1990. The Phoenix Program. New York: William Morrow and Company. ISBN 0-688-09130-X.
- Merle Pribbenow (transl). 2002 "Victory in Vietnam. The official history of the people´s army of Vietnam". University Press of Kansas. ISBN 0-7006-1175-4
Referensi
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "nb", tapi tidak ditemukan tanda <references group="nb"/> yang berkaitan
